Fawzi, Anak Palestina Jadi Simbol Aksi Protes Yerusalem

Natalia Santi , CNN Indonesia | Rabu, 13/12/2017 11:32 WIB
Fawzi,  Anak Palestina Jadi Simbol Aksi Protes Yerusalem Fawzi al-Junaidi, remaja Palestina menjadi simbol perlawanan atas keputusan Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. (Anadolu Agency/Wisam Hashlamoun)
Jakarta, CNN Indonesia -- Remaja Palestina, Fawzi al-Junaidi menjadi simbol aksi protes  melawan keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pekan lalu.

Fawzi, 16 tahun, ditangkap saat terjadi bentrokan di Kota Hebron, (Al-Khalil) Tepi Barat, Kamis (7/12). Dia digelandang puluhan tentara dengan mata tertutup dan tangan tertelikung.

Paman Fawzi, Rashad al-Junaidi mengatakan keponakannya ditangkap saat berbelanja bersama keluarga. "Dia dipukuli habis-habisan dan ditahan tentara Israel," kata Rashad seperti dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu, Selasa (12/12).

Menurut pengacara, seperti dilaporkan media Inggris, The Independent, Fawzi didakwa karena melempari tentara dengan batu-batu. Dia membantah terlibat dalam aksi protes, namun sejumlah saksi mata mengatakan dia ikut melempar batu-batu.



Foto Fazwi dengan tangan dan mata diikat dengan celana yang sobek-sobek digelandang puluhan tentara Israel bersenjata lengkap beredar viral dan menuai kemarahan netizen. Para warganet mengecam tentara Israel melakukan kriminalisasi terhadap bocah Arab.

Pengacara Fawzi, Farah Bayadsi, mengatakan kliennya berusaha menyelamatkan diri dari gas air mata saat tiba-tiba dipukul dengan senapan, ditutup matanya lalu digelandang ke pusat penahanan, kemudian dijebloskan ke Penjara Ofer, Israel.

Rashad, paman Fawzi mengungkapkan keponakannya adalah pencari nafkah dari tujuh anggota keluarga. "Dia terpaksa putus sekolah dan mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga," kata Rashad, sambil memohon bantuan agar keponakannya dibebaskan.

Rashad mengatakan Fawzi akan disidangkan, Kamis (14/12).

Ketegangan meningkat di seluruh wilayah Palestina sejak Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Rabu (6/12), dan menuai kecaman dunia Arab dan umat muslim di seluruh dunia. Sedikitnya empat warga Palestina tewas dalam bentrokan dan satu tentara Israel tewas ditikam di Yerusalem.

(nat)