"Kami tidak terkesan dengan semua pernyataan itu," kata Netanyahu dalam pidato yang dikutip AFP pada Rabu (12/14). Dia meyakini banyak negara yang akan mengikuti jejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Komentar itu dilontarkan setelah konferensi tingkat tinggi luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam terkait keputusan Trump yang diambil pada pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka juga mesti menerima fakta lain terkait Yerusalem: itu tidak hanya ibu kota Israel, tapi kami juga mempertahankan hormat kami di Yerusalem terhadap kebebasan beribadah untuk semua agama, dan kami adalah satu-satunya di Timur Tengah yang melakukan itu."
Namun, pernyataan akhir mereka mendeklarasikan "Yerusalem Timur sebagai ibu kota Negara Palestina" dan mengundang "semua negara untuk mengakui negara Palestina dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota yang terjajah."
(aal)