Situasi Memanas, Israel Tutup Perbatasan Gaza

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Kamis, 14/12/2017 14:23 WIB
Situasi Memanas, Israel Tutup Perbatasan Gaza Keamanan di Jalur Gaza terus menjadi sorotan setelah situasi politik memanas akibat deklarasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember lalu. (Anadolu Agency/Mustafa Hassona)
Jakarta, CNN Indonesia -- Israel menutup dua perlintasan di perbatasan Jalur Gaza atas alasan keamanan mulai hari ini, Kamis (14/12) waktu setempat.

"Atas alasan keamanan dan setelah menganalisis situasi belakangan ini, perlintasan Kerem Shalom, yang digunakan untuk transfer kebutuhan sehari-hari, dan perlintasan pejalan kaki di Erez akan ditutup," demikian pernyataan tentara Israel, sebagaimana dikutip Sputnik.

Keamanan di Jalur Gaza terus menjadi sorotan setelah situasi politik memanas akibat deklarasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember lalu.
Sejak saat itu, deru roket dan desing peluru sudah biasa terdengar di Jalur Gaza, tanda perseteruan antara Israel dan Hamas yang memanas.


Dalam perkembangan terakhir, Israel melakukan serangkaian serangan udara terhadap Hamas di Gaza sebagai balasan atas sejumlah roket yang ditembakkan ke wilayah Yahudi dari daerah tersebut.

Seorang sumber dari otoritas keamanan Palestina menyatakan, Israel melakukan lebih dari 10 serangan yang menyasar sejumlah target, termasuk situs angkatan laut dan militer Hamas dekat kamp pengungsi Shati di Gaza utara.

[Gambas:Video CNN]

Serangan itu dilakukan beberapa jam setelah sistem pertahanan peluru kendali Israel mencegat dua roket yang ditembakkan dari Gaza.

Roket-roket itu kerap ditembakkan oleh kelompok kecil yang ada di wilayah tersebut, tapi Israel selalu menyalahkan Hamas sebagai penguasa Gaza. (nat)