Berbicara di sebuah pertemuan antara kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), Duterte berjanji akan melindungi hak-hak kaum homoseksual.
“Saya katakan saya mendukung pernikahan sesama jenis jika itu adalah tren zaman modern. Jika itu menambah kebahagiaan Anda, saya mendukungnya,” kata Duterte di kota kelahirannya, Davao, Minggu (17/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Anda calonkan seseorang yang jujur serta pekerja keras. Saya akan memberi waktu kalian sampai minggu kedua Januari untuk mencalonkan diri di pemerintahan,” lanjutnya.
Pernyataan itu berlawanan dengan pernyataan Duterte sebelumnya yang menyatakan bahwa pernikahan di Filipina hanya terjadi antara pria dan wanita.
Sejumlah negara seperti Belanda, Amerika Serikat, Kanada, Austraia, Perancis, Jerman, Iggris, Spanyol, Swedia, dan Selandia Baru telah mendukung pernikahan sesama jenis.
Dilansir Reuters, perubahan pandangan Duterte terkait pernikahan sesama jenis tersebut diduga bakal memicu kecaman dari para uskup gereja di negara berpenduduk mayoritas Katolik tersebut.
Uskup Katolik di Filpina telah menyuarakan keprihatinan atas rencana legalisasi pernikahan sesama jenis menyusul kesepakatan Kongres untuk mendukung rancangan undang-undang tersebut. (nat)