Ketika 'Sinterklas' Memprotes Israel

CNN Indonesia | Rabu, 20/12/2017 15:39 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- 'Sinterklas' pun ikut memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Seorang demonstran berpakaian seperti Sinterklas sambil memegang bendera Palestina ketika tentara Israel menyemprotkan gas air mata dalam demonstrasi memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel di timur Gaza, sekat perbatasan dengan Israel, Selasa (19/12). (Reuters /Mohammed Salem)
Langkah itu memicu protes di dunia Arab dan Muslim, juga dikecam seluruh dunia. (Reuters/Mohammed Salem)
Sementara itu, ketegangan di Tepi Barat dan Jalur Gaza meningkat tajam, demonstrasi berlangsung terus-menerus. (AFP/Abbas Momani)
Pada Senin (18/12), AS memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) yang menolak keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. (Reuters/Mohamad Torokman)
Sejumlah negara Arab menyesalkan langkah AS tersebut, meski hal itu sudah diduga sebelumnya. Rancangan penolakan terhadap langkah Trump disetujui oleh 14 anggota tetap dan tak tetap DK PBB. (AFP/Abbas Momani)
Selain di Gaza, para demonstran berkostum Sinterklas juga beraksi di Ramallah, Tepi Barat. Mereka melemparkan batu ke arah militer Israel. (Reuters/Mohamad Torokman)
Demonstrasi memprotes langkah AS juga merebak sejak keputusan Trump pada 6 Desember lalu, tak hanya di Palestina, namun juga di seluruh dunia, termasuk Indonesia.(Reuters/Mohammed Salem)
Langkah AS, lebih jauh ditakutkan banyak pihak tak hanya memicu panasnya situasi di Palestina dan Israel, namun juga intifada. (Reuters/Mohammed Salem)