Warga Gaza Makamkan Difabel Demonstran Palestina

Reuters & AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 16/12/2017 19:27 WIB
Warga Gaza Makamkan Difabel Demonstran Palestina Ibrahim Abu Thuraya, difabel Gaza tewas ditembak tentara Israel dalam aksi demonstrasi, Jumat (15/12). (REUTERS/Mohammed Salem)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah warga Gaza menghadiri pemakaman demonstran difabel, Ibrahim Abu Thuraya, yang tewas ditembak tentara Israel, Sabtu (16/12).

Ibrahim yang kehilangan kedua kakinya dalam serangan Israel menjadi salah satu dari empat warga Palestina yang tewas diterjang peluru Israel dalam aksi protes melawan langkah Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina, Jumat (15/12).


Menurut para saksi mata, beberapa jam sebelum kematiannya, meski tak punya kaki, Abu Thuraya memanjat menara listrik untuk mengibarkan bendera Palestina. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan Abu Thuraya tewas dengan luka tembak di kepalanya.


Dalam tayangan video yang direkam Jumat,  Abu Thuraya terlihat membawa bendera Palestina dan melambaikan simbol kemenangan ke arah tentara Israel di seberang perbatasan.

"Saya ingin pergi ke sana," kata dia, menunjuk sisi lain perbatasan.  Di sekitarnya sejumlah pria muda mengepungnya, melambaikan bendera Palestina, dan lainnya. melempar batu-batu ke arah tentara Israel.



Foto-foto Abu Thuraya dalam aksi protes beredar di viral di antara warga Palestina, tak lama dia dikabarkan tewas ditembak mati selama bentrokan.

Abu Thuraya dan kursi rodanya kerap muncul dalam aksi protes di perbatasan Gaza dengan Israel. Warga Palestina di Gaza sangat sulit mendapat izin Israel untuk mengujungi Yerusalem.

"Tanah ini tanah kami, kami tidak akan menyerah. Amerika harus mencabut keputusannya," kata Abu Thuraya dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Sebelumnya, pria 29 tahun itu kehilangan kedua kaki saat tentara Israel menyerang kamp pengungsi Al Bureij di Gaza Tengah pada April 2008.

"Dia luka-luka oleh helikopter Israel pada 2008, setelah menurunkan bendera Israel dan mengibarkan bendera Palestina di sepanjang perbatasan," kata saudara Abu Thuraya, Samir setelah kematian Thuraya tersiar, Jumat.

"Itu tidak menghentikannya berdemo bagi Yerusalem. Dia ke perbatasan sendirian setiap hari."


Militer Israel menolak berkomentar soal kematian Abu Thuraya. Mereka hanya menyatakan terjadi kerusuhan yang sangat ekstresm sepanjang hari. "Tentara menembak secara selektif terhadap instigator," kata juru bicara militer Israel.

Selama satu dekade, Israel memblokade Gaza dengan alasan untuk mengisolasi Hamas. Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel memicu kemarahan warga Palestina, yang menyerukan Hari Kemarahan. Pada Jumat, sedikitnya empat warga Palestina tewas dan 160 luka-luka dalam aksi yang berujung bentrok dengan militer Israel. (nat)