AS Ancam Cabut Bantuan Negara Pendukung Resolusi Anti-Israel

CNN, CNN Indonesia | Kamis, 21/12/2017 06:45 WIB
AS Ancam Cabut Bantuan Negara Pendukung Resolusi Anti-Israel Dubes AS untuk PBB Nikki Haley mengancam akan mencatat negara-negara yang mendukung resolusi PBB soal Yerusalem dan mencabut bantuannya. (Reuters/Brendan McDermid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Nikki Haley memperingatkan bahwa negaranya akan mencatat negara-negara yang mendukung resolusi yang mengutuk keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

"Di PBB, kami selalu diminta untuk melakukan lebih dan memberikan lebih. Di masa lalu. Jadi, saat kami mengambil sebuah keputusan, atas keinginan rakyat Amerika Serikat, soal di mana kami menempatkan kedutaan kami, kami tidak mengharapkan mereka yang kami bantu akan membidik kami," tulis Haley di laman Facebook dan Twutter, Selasa sore.

"Pada Kamis, akan ada voting di PBB yang mengkritik pilihan kami. Dan ya, AS akan mencatat (negara-negara)."




Presiden Donald Trump mendukung ucapan keras duta besarnya dalam sidang kabinet di Washington, Rabu (20/12). "Kami mengawasi voting itu," kata Trump seperti dilaporkan CNN.

"Biarkan mereka memberikan suara menolak kami, kami akan berhemat banyak. Kami tidak peduli. Tapi ini tidak seperti sebelumnya dimana mereka dapat memvoting melawan Anda dan Anda membayar mereka ratusan juta dolar dan tidak seorang pun tahu apa yang mereka lakukan."

Trump mengindikasikan bahwa dia dan Haley telah sepakat sebelumnya. "Nikki, itu adalah pesan yang tepat dan saya sepakat untuk dikirim besok," kata dia. "Orang-orang yang tinggak di sana, warga negara kita yang cinta negeri ini, mereka lelah negara ini dimanfaatkan dan kita tidak mau lagi dimanfaatkan lebih lama lagi."

Senin (18/12), AS menggunakan hak veto untuk menggagalkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengkritik langkah sepihak AS untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Haley menyatakan veto, memngganjal resolusi yang disponsori Mesir dan didukung 14 anggota DK PBB lainnya.

"Apa yang kita saksikan di sini hari ini di Dewan Keamanan adalah sebuah penghinaan. Ini tidak akan dilupakan. Ini salah satu contoh PBB melakukan hal buruk ketimbang baik dalam konflik Israel-Palestina," kata Haley dalam pernyataan sebelum menyatakan veto.


Para pendukung Palestina kini mengajukan resolusi yang sama di Majelis Umum PBB, dimana AS tidak dapat membatalkan keputusan secara sepihak. Pemungutan suara dijadwalkan akan digelar dalam sidang darurat Majelis Umum, Kamis (21/12) waktu setempat.

Selain mengumumkan ancamannya di media sosial, Haley juga mengirim surat ke negara-negara dan memperingatkan mereka dampak dari pemungutan suara Majelis Umum.  "Saat Anda mempertimbangkan suara Anda, saya ingin Anda tahu bahwa Presiden dan AS menganggap voting ini secara pribadi," tulis Haley dalam suratnya.

"Presiden akan mengamati pemungutan suara ini secara seksama, dan meminta saya melaporkan negara-negara mana saja yang memilih melawan kami."

Awal Desember lalu, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan akan memindahkan kedutaannya ke sana. Langkah kontroversial itu memutarbalikkan kebijakan luar negeri AS selama ini dan memicu aksi protes di seluruh dunia.

[Gambas:Video CNN] (nat)