Belanda Selidiki Kematian Model yang Jatuh dari Lantai 20

Natalia Santi, CNN Indonesia | Kamis, 28/12/2017 10:48 WIB
Belanda Selidiki Kematian Model  yang Jatuh dari Lantai  20 Kejaksaan Belanda diminta menyelidiki kasus kematian model asal Belanda, Ivana Smit, 18 tahun, yang tewas terjatuh dari sebuah kondominium di Kuala Lumpur, Malaysia. (Artem_Furman/thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kejaksaan Belanda diminta menyelidiki kematian seorang model di Malaysia. Permintaan itu diajukan keluarga mendiang Ivana Smit, model berusia 18 tahun, yang meninggal dunia pada 7 Desember 2017.

"Permintaan itu diajukan setelah ahli patologis forensik Belanda, Frank de Groot melakukan otopsi pertama atas jasad perempuan muda itu dan menemukan bahwa luka-lukanya tidak konsisten dengan luka jatuh di ketinggian," tulis surat kabar Belanda, Telegraaf seperti dilansir situs nltimes, Rabu (27/12).

Menurut polisi Malaysia, Ivana tewas akibat terjatuh dari lantai 20 sebuah kondominium di Jalan Dang Wangi, Kuala Lumpur pada 7 Desember lalu. Jenazahnya ditemukan tanpa busana di balkon lantai enam kondominium tersebut. Polisi menyatakan ada jejak alkohol, ekstasi dan ampetamin dalam darahnya.




Kedutaan Besar Belanda di Malaysia sempat meminta polisi Eropa, Interpol untuk menyelidiki kematian Ivana. Menurut surat kabar Alegemeen Dagblad (AD), Ivana sempat menelepon pacarnya sekitar pukul 7.25 pagi di hari kejadian.

Dia menyatakan sedang bersama pasangan pasutri Amerika, pengusaha bitcoin, Alexander Amando Johnson dan istrinya Luna, semalaman. Media Barat menyebut Luna, asal Indonesia. Sedangkan media Malaysia menyatakan Luna berkebangsaan Kazakhstan.

Ivana, yang telah tinggal di Malaysia selama 13 tahun, bahkan sempat mengirim selfie dengan Luna kepada pacarnya, Lucas Kramer sekitar pukul 7.30.

Dia dinyatakan tewas pada pukul 10, namun jasad Ivana tanpa busana baru ditemukan sekitar pukul 15.00.

Alexander dan Luna sempat ditahan, bukan dengan dugaan kasus pembunuhan, tapi penyalahgunaan obat-obatan. Mereka telah dibebaskan dengan jaminan.

[Gambas:Instagram]

Pihak keluarga meragukan kematian Ivana sebagai sebuah kecelakaan, seperti yang dilaporkan polisi. Menurut ayah Ivana, Marcel Smit, ada luka memar di leher putrinya, seperti bekas cengkeraman. "Saya melihat memar di lehernya, seperti sidik jari, seperti bekas cengkeraman seseorang," kata Marcel.

Polisi mengatakan putrinya jatuh sekitar pukul 10 pagi. "Sangat aneh, pasutri Amerika tidak melakukan apa-apa sejak pukul 10 pagi sampai pukul tiga sore. Barang-barang Ivana masih di apartemen mereka," kata Marcel.

Menurut polisi, pasutri itu mengaku saat kejadian Alexander sedang tidur, dan Luna mengantar anak mereka ke sekolah sekitar pukul 10. Di saat itulah Ivana diduga jatuh.

[Gambas:Instagram]

Ayah Ivana, Marcel menyatakan sejumlah tetangga mendengarkan teriakan dan pertengkaran dari kamar pasutri Amerika itu. "Polisi tidak melakukan apa-apa dan hanya ingin menutup kasus itu secepatnya," kata Marcel kepada surat kabar AD. Dia meyakini putrinya didorong.

Jenazah Ivana baru dirilis polisi pada Kamis (21/12). Pengacara keluarga Smit, Sebas Diekstra, dikenal kerap menangani kasus kematian yang mencurigakan.

Jasad Ivana dipulangkan ke Belanda, Sabtu (23/12) lalu. Otopsi kedua telah dilakukan, dan ditemukan luka-luka yang tidak konsisten dengan luka jatuh. Penyelidikan lebih jauh sedang dilakukan. Pakar patolosi forensik, Van de Groot mengharapkan hasilnya bisa diketahui awal Januari mendatang.

[Gambas:Video CNN]

(nat)