Dubes Saudi Bantah Serangan Koalisi Yaman Tewaskan 40 Orang

Natalia Santi, CNN Indonesia | Sabtu, 30/12/2017 14:46 WIB
Dubes Saudi Bantah Serangan Koalisi Yaman Tewaskan 40 Orang Ilustrasi serangan koalisi Saudi di Yaman. (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia membantah kabar tewasnya 40 warga Yaman akibat serangan koalisi pimpinan Saudi.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osamah bin Mohammad Al-Shuaibi membantah laporan media yang menyebut serangan koalisi pimpinan Saudi menyebabkan tewasnya 40 warga Yaman dan melukai banyak penduduk lainnya dalam sebuah serangan rudal yang mengenai sebuah pasar di wilayah Taiz, Yaman.

"Milisi Al-Houthi dan sekutunya dari kelompok tentara bayaran, mereka lah yang telah membuat kebohongan-kebohongan dari pikiran sendiri guna memperbaiki citra buruk mereka dan juga merupakan bentuk upaya mereka dalam menjelekkan memfitnah koalisi pimpinan Saudi," kata Osamah, seperti dikutip dari keterangan pers dari Kedubes Saudi di Jakarta yang diterima CNNIndonesia.com pada Sabtu (30/12).
Osamah juga menyayangkan pemberitaan beberapa media yang tak obyektif terkait peristiwa yang terjadi di Yaman.


Sebelumnya pada Kamis (28/12), Koordinator Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Yaman, Jamie McGoldrick, mengatakan dua serangan udara berbeda oleh koalisi pimpinan Arab Saudi menewaskan 68 warga sipil Yaman tewas dalam sehari. McGoldrick mengatakan serangan pertama yang menghantam "pasar populer ramai" di provinsi Taiz, Selasa, menewaskan 54 warga sipil termasuk delapan anak-anak dan melukai 32 lainnya.

Sementara itu, serangan kedua terjadi di provinsi Hodeida dan menewaskan 14 orang dari keluarga yang sama, kata McGoldrick dalam pernyataan yang dikutip dari AFP.

"Saya masih sangat terganggu dengan jumlah korban sipil yang sangat tinggi karena peningkatan serangan tanpa pandang bulu di seluruh penjuru Yaman," ujarnya.
Selain korban jiwa dari dua serangan udara tersebut, sebanyak 31 warga sipil lain tewas dan 43 terluka dalam pertempuran sepanjang 10 hari sebelumnya, kata McGoldrick.

Menyusul pemberitaan itu, koalisi pimpinan Saudi langsung mengecam pernyataan McGoldrick dan menyebutnya bias.

"Dia tampaknya bias pada milisi Houthi yang didukung Iran, dengan sengaja menyebut mereka 'otoritas de facto' berlawanan dengan resolusi Dewan Keamanan dan pernyataan PBB," kata juru bicara koalisi Saudi seperti dilansir kantor berita Saudi Press Agency, Jumat (29/12).

Koalisi Saudi menyesalkan bahwa McGoldrick tidak menggunakan akses komunikasi yang terbuka untuk memastikan dan memverfikasi informasi sebelum memberikan pernyataan. (stu)