Duta Besar Prancis untuk PBB, Francois Delattre, menilai demo di Iran tidak mengancam perdamaian serta keamanan internasional sehingga AS tak seharusnya khawatir.
"Kita harus waspada terhadap upaya mengeksploitasi krisis (demo di Iran) untuk tujuan pribadi, yang justru akan membuahkan hasil yang bertentangan dan terpisah dengan apa yang diharapkan," kata Francois.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demo di Iran terjadi sejak akhir Desember lalu. Ribuan orang di beberapa kota seperti Teheran, Kermanshah, Sari, Mashad, dan Kashmar turun ke jalan memprotes kenaikan harga dan dugaan korupsi yang meluas.
Setidaknya 23 orang, termasuk seorang polisi, tewas dalam protes ini. Pejabat berwenang mengatakan hingga kini ada 450 demonstran yang telah ditahan, termasuk 200 orang yang di tahan di Ibu Kota Teheran.
Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan rapat ini penting karena Iran sudah sejak lama diingatkan mengenai penghinaan hak-hak rakyat oleh rezim di negara tersebut.
"Secara tidak sadar berhubungan dengan orang-orang di Iran yang mencari kebebasan untuk diri mereka sendiri, kemakmuran bagi keluarga mereka dan harga diri untuk negara mereka. Kami tidak akan diam. Tidak ada usaha tidak jujur seperti menyebut demonstran sebagai 'boneka kekuatan asing' bisa mengubahnya," kata Haley.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Duta Besar Iran untuk PBB, Gholamali Khoshroo, mengatakan mengaku memiliki bukti kuat bahwa demonstran ditunggangi pihak asing. Menurutnya, AS telah menyalahgunakan kekuasaannya sebagai anggota DK PBB dengan meminta pertemuan untuk membahas demo tersebut.
"Sangat disayangkan, meski ada perlawanan dari beberapa anggotanya, dewan ini telah membiarkan dirinya dianiaya oleh pemerintahan AS yang mengadakan sebuah pertemuan mengenai sebuah isu yang berada di luar kewenangannya," katanya. (has)