Dikritik Penulis, Trump Klaim Dirinya 'Jenius yang Stabil'

CNN, CNN Indonesia | Minggu, 07/01/2018 03:36 WIB
Dikritik Penulis, Trump Klaim Dirinya 'Jenius yang Stabil' Presiden AS Donald Trump mengklaim dirinya seorang
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden AS Donald Trump mengecam laporan yang mempertanyakan stabilitas mentalnya dalam serangkaian cuitan di Twitter dan menulis bahwa dia adalah seorang "jenius yang sangat stabil."

"Kabar kolusi Rusia, setelah satu tahun belajar secara intensif, telah terbukti menjadi tipuan total kepada publik Amerika, Demokrat dan anjing kecil mereka. Fake News Mainstream Media, dan mengeluarkan buku pedoman Ronald Reagan yang lama dan meneriakkan stabilitas mental dan kecerdasan," tulis Trump.




"Sebenarnya sepanjang hidup saya, dua aset terbesar saya adalah stabilitas mental, yang sangat cerdas. Hillary Clinton yang bungkuk juga memainkan 'kartu-kartu' ini dengan sangat keras dan, seperti yang diketahui semua orang, malah terbakar. Saya berasal dari para pengusaha yang sangat sukses, ke TV Show teratas kemudian menjadi Presiden Amerika Serikat (pada pencalonan pertama saya)." 



"Itu akan memenuhi syarat sebagai tidak cerdas, tapi jenius. Dan jenius yang sangat stabil dalam hal itu!" lanjut sang Presiden. 



Dilansir dari CNN, Trump dengan luar biasa membela stabilitas mentalnya setelah ia dan beberapa pejabat puncaknya menghabiskan beberapa hari terakhir untuk menolak klaim dalam buku baru berjudul "Fire and Fury" karangan Michael Wolff, tentang kebugaran mental Trump untuk dijadikan Presiden.

Buku tersebut juga melukiskan gambaran seorang Presiden yang tidak tahu atau tidak peduli tentang kebijakan dan tampaknya tidak merasakan tanggung jawab besar dari perannya.


Gedung Putih telah mengambil langkah dengan klaim di buku ini sejak kutipannya mulai muncul secara online menjelang terbitannya. Sekretaris Pers Sarah Sanders menyebutnya sebagai "fantasi lengkap" dan seorang pengacara Trump mengirimkan ancaman hukum untuk penulis buku dan penerbitnya.

Trump mengeluarkan pernyataan pedas pada mantan kepala strategistnya, Steve Bannon, mengatakan bahwa dia "kehilangan akal sehatnya" setelah buku tersebut mengutip Bannon yang membuat komentar negatif tentang Trump dan putra Donald Trump Jr.

Buku tersebut mengutip Bannon saat mengadakan pertemuan pada Juni 2016 antara seorang pengacara Rusia dan putra sulung Presiden, menantu laki-laki Jared Kushner dan ketua kampanye Paul Manafort yang disebutnya sebagai "pengkhianat" dan "tidak patriotik."

Bannon juga dilaporkan memberi tahu Wolff: "Mereka akan membongkar Don Junior seperti telur di TV nasional."

Trump menyerang Bannon lewat sebuah cuitan pada Jumat malam lalu, yang mengatakan bahwa Bannon menangis saat dipecat dan memohon untuk pekerjaannya.


"Michael Wolff adalah pecundang total yang membuat cerita untuk menjual buku yang benar-benar membosankan dan tidak benar ini. Dia menggunakan Steve Bannon yang payah, yang menangis saat dipecat dan memohon untuk pekerjaannya. Kini Steve yang payah telah dicampakkan seperti anjing oleh hampir semua orang. Sayang sekali!"

Sekretaris Negara AS Rex Tillerson mengatakan kepada CNN dalam sebuah wawancara eksklusif pada Jumat lalu bahwa dia tidak pernah mempertanyakan kebugaran mental Trump, terlepas dari laporan bahwa dia pernah menyebut Trump sebagai "orang bodoh".

"Saya tidak pernah mempertanyakan kebugaran mentalnya. Saya tidak punya alasan untuk mempertanyakan kebugaran mentalnya," kata Tillerson. (gir/gir)