India Beli 160 Ribu Senjata Senilai Rp7,4 Triliun

Natalia Santi, CNN Indonesia | Rabu, 17/01/2018 21:18 WIB
India Beli 160 Ribu Senjata Senilai Rp7,4 Triliun Ilustrasi senjata. India akan membeli lebih dari 160 ribu senjata senilai US$553 juta (sekitar Rp7,4 triliun) buat pasukannya di perbatasan. (REUTERS/Jim Young)
Jakarta, CNN Indonesia -- India akan membeli lebih dari 160 ribu senjata senilai US$553 juta (sekitar Rp7,4 triliun) buat pasukannya di perbatasan.

Kementerian Pertahanan India mengungkapkan bahwa Dewan Akuisisi mengizinkan pembelian 72.400 pucuk senapan serbu dan 93.895 karabin dengan nilai 35 miliar rupee (sekitar Rp7,4 triliun) dalam sebuah pertemuan yang dipimpin Menteri Pertahanan Nirmala Sitharaman.

Senjata-senjata itu akan dibeli "untuk memungkinkan pasukan pertahanan memenuhi kebutuhan pasukan yang ditempatkan di perbatasan," kata Kementerian dalam sebuah pernyataan yang dilansir kantor berita AFP, Selasa (16/1).


New Delhi telah menandatangani sejumlah kesepakatan pertahanan bernilai besar sejak Perdana Menteri Narendra Modi berkuasa pada 2014.

India, importir pertahanan terbesar di dunia, telah berinvestasi miliaran dolar untuk memperbarui alat-alat pertahanan yang telah dimiliki sejak era Uni Soviet. Peremajaan alat-alat pertahanan tersebut dilakukan untuk mengatasi sengketa wilayah dengan negara-negara tetangganya yang bersenjata nuklir, China dan Pakistan.'

India dan China terlibat perang singkat di perbatasan pada 1962. Pada tahun lalu, kedua negara juga terlibat bentrokan selama sebulan penuh di Dataran Tinggi Himalaya yang disengketakan.

India juga terperosok dalam konflik di Kashmir, dan menempatkan sedikitnya 500 ribu tentara.

New Delhi menuduh Islamabad mengirim teroris melintasi perbatasan untuk melawan pasukan keamanan Kashmir yang dikelola India.

Kashmir terbelah antara wilayah India dan Pakistan sejak berakhirnya penjajahan Inggris pada 1947. Keduanya mengklaim wilayah Kashmir secara keeluruhan. India dan Pakistan terlibat pertempuran tiga kali, dua di antaranya memperebutkan Kashmir. (nat)