AS Tangguhkan 50 Persen Bantuan bagi Pengungsi Palestina

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 17/01/2018 15:35 WIB
AS Tangguhkan 50 Persen Bantuan bagi Pengungsi Palestina Foto: REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat menangguhkan pemberian dana sebesar US$65 juta atau setara Rp865 miliar dari total US$125 juta bagi Badan Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Menurut pejabat Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat itu penangguhan hampir 50 persen bantuan bagi badan pengungsi Palestina itu dilakukan dalam rangka evaluasi operasional UNRWA.

“Ada kebutuhan untuk melakukan pemeriksaan ulang mendasar terhadap UNRWA, baik sistem operasionalnya maupun cara pendanaannya,” ucap pejabat itu kepada AFP, Rabu (17/1).


[Gambas:Video CNN]

Penahanan dana bantuan ini dilakukan AS berselang dua minggu setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menghentikan bantuan masa depan bagi Palestina.

Trump menganggap Palestina tidak lagi mau berdialog dengan Israel. Terutama setelah Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, padahal Yerusalem Timur didambakan Palestina sebagai ibu kota mereka.

Rencana Trump memangkas bantuan bagi pengungsi Palestina tidak saja dikecam oleh Palestina sebagai bentuk pemerasan dengan ancaman. Sejumlah pejabat AS juga telah memperingatkan bahwa pemotongan bantuan keuangan bagi Palestina bisa berbahaya.

Selama ini, UNRWA menopang kehidupan pengungsi Palestina di sejumlah wilayah seperti Tepi Barat, Jalur Gaza, Suriah, Lebanon dan Yordania.  Bantuan yang diberikan berupa bantuan darurat, kesehatan, dan pedidikan bagi warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza sejak 1950 silam.



Amerika Serikat merupakan donatur terbesar UNRWA dengan kucuran bantuan sebesar US$370 juta (Rp5 triliun) pada 2016 atau 30 persen dari anggaran badan pengungsi Palestina tersebut.

Selain evaluasi, pejabat AS itu mengatakan bahwa penangguhan sebagian bantuan dilakukan sebagai bentuk desakan AS kepada negara lain untuk menyumbang lebih banyak untuk UNRWA.

Amerika Serikat ingin agar beban bantuan bagi UNRWA dibagi rata dengan negara-negara lainnya.

“AS telah menjadi donor tunggal UNRWA selama beberapa dekade terakhir. Di tahun-tahun sebelumnya, kami menyumbangkan sekitar 30 persen dari total pendpatan UNRWA,” ujar pejabat itu seperti dilansir AFP.

“Tanpa dana yang kami berikan selama ini, operasi UNRWA berisiko ditutup karena kehabisan dana. Dana yang disediakan AS akan mencegah hal seperti itu terjadi di masa depan,” lanjutnya.

Presiden Trump terus memberi tekanan bagi Palestina terutama sejak keputusan AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada awal Desember lalu hingga memicu kecaman keras dunia.

[Gambas:Youtube]

Meski resolusi Majelis Umum PBB telah menolak keputusan AS itu, Trump berkeras dengan langkah kontroversialnya itu.

AS bahkan sempat mengancam akan memutus sejumlah bantuan bagi negara yang mendukung resolusi Majelis Umum PBB guna menentang keputusan Trump.

Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengaku tidak tahu soal penangguhan dana bantuan Washington tersebut.

Namun, Guterres mengaatakan sangat prihatin dengan langkah AS ini.

“Saya sangat berharap pada akhirnya AS dapat mempertahankan pendanaan UNRWA. UNRWA bukanlah institusi Palestina saja tapi institusi PBB yang merupakan faktor penting menjaga stabilitas di Timur Tengah,” kata Guterres. (nat)