Pemimpin Iran Khamenei Tuduh Arab Saudi Khianati Muslim

Natalia Santi, CNN Indonesia | Rabu, 17/01/2018 17:51 WIB
Pemimpin Iran Khamenei Tuduh Arab Saudi Khianati Muslim Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh penguasa Arab Saudi mengkhianati umat Muslim dengan beraliansi dengan Amerika Serikat dan Israel. (REUTERS/leader.ir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuduh pemimpin Arab Saudi mengkhianati umat Muslim dengan beraliansi dengan Amerika Serikat dan Israel.

Berpidato di hadapan para wakil Parlemen dari negara-negara Islam yang berkumpul di Teheran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan keputusan Amerika Serikat untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel adalah sebuah 'kesalahan besar' dan 'ditakdirkan gagal'.

"Pemerintah regional yang bekerja sama dengan Amerika Serikat dan rezim Zionis untuk berperang melawan muslim jelas melakukan pengkhianatan. Itu yang dilakukan Arab Saudi," kata Khamenei, menurut situs resmi yang dilansir Reuters, Selasa (16/1).


Iran, negeri Muslim Syiah, dan Arab Saudi, negeri Muslim Sunni, sekutu penting Amerika Serikat di Timur Tengah, berebut pengaruh di Timur Tengah. Mereka saling mendukung pihak-pihak yang berlawanan di Yaman, Suriah, Irak dan Lebanon.

Arab Saudi berulang kali menyatakan agar Iran tidak campur tangan dalam urusan luar negeri. Seruan itu dibalas Iran dengan menuduh Arab Saudi berusaha menyeret seluruh kawasan ke dalam konfrontasi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sebuah kunjungan ke Yerusalem tahun lalu mengatakan bahwa kekhawatiran bersama terhadap Iran membuat banyak negara Arab mendekat ke Israel.

Seorang menteri kabinet Israel pada November lalu menyatakan Israel memiliki kontak rahasia dengan Arab Saudi di tengah kekhawatiran dengan Iran.

[Gambas:Video CNN]

Ada pula laporan soal kemungkinan normalisasi hubungan Arab Saudi dengan Israel. Trump dikabarkan mengajukan program perdamaian Timur Tengah, yang disebut-sebut tidak hanya mengamankan kesepakatan antara Israel dan Palestina, tapi juga berujung pada pengakuan negara Yahudi itu di dunia Arab.

Menurut kabar yang dilansir situs Israel, Arutz Sheva, laporan lain mengimplikasikan Raja Arab Saudi Raja Salman akan mundur dan menobatkan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman sebagai penggantinya.

Pejabat Arab Saudi berulang kali membantah hubungan apapun dengan Israel. Saudi bersikeras bahwa Israel harus menerima rencana perdamaian Saudi agar kedua negara bisa berhubungan dekat.

Iran tidak mengakui Israel sebagai negara dan berulang kali menyerukan penghancurannya.

(nat)