Temui Ryamizard, Menhan AS Akan Bahas Modernisasi Alutsista

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 19/01/2018 18:08 WIB
Temui Ryamizard, Menhan AS Akan Bahas Modernisasi Alutsista Menhan AS, James Mattis, akan berkunjung ke Jakarta dan bertemu Menhan RI, Ryamizard Ryacudu, untuk membicarakan penguatan kerja sama, terutama dalam hal modernisasi alutsista. (Reuters/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Amerika Serikat, James Mattis, dijadwalkan berkunjung ke Jakarta dan bertemu Menhan RI, Ryamizard Ryacudu, pada 22-24 Januari mendatang untuk membicarakan penguatan kerja sama, terutama dalam hal modernisasi alutsista.

“Tujuan utama kunjungan Mattis ke Jakarta adalah penguatan kerja sama pertahanan. Sudah ada kerangkanya dan salah satu isu perhatian adalah soal modernisasi alutsista,” ujar Arrmanatha di Jakarta, Jumat (19/1).

Meski begitu, Arrmanatha enggan merinci pembahasan alutsista tersebut menyangkut jual beli senjata dan instrumen militer lainnya atau tidak. Dia juga tak menjelaskan agenda kesepakatan hasil pertemuan kedua menteri tersebut.
“Soal itu yang lebih tahu Kemhan RI karena core pembahasan ada di kementerian tersebut. Namun, yang pasti berbagai isu soal kerja sama pertahanan pasti akan dibahas keduanya,” kata Arrmanatha.


Menurut Arrmanatha, selain modernisasi alutsista, Mattis dan Ryamizard juga akan membahas isu pertahanan lainnya yang menjadi perhatian kedua negara, seperti pemberantasan terorisme dan ekstremisme.

Dia mengatakan, kedua menteri juga akan membahas upaya menjaga kawasan Samudera Hindia-Pasifik atau Indo-Pasifik tetap stabil dan terhindar dari konflik.
Arrmanatha juga tidak menutup kemungkinan pertemuan Mattis dan Ryamizard akan membahas krisis nuklir Korea Utara.

“Saya tidak bisa prediksi, tapi ketika dua menteri duduk bersama pasti berbagai macam isu akan dibahas dan bisa saja tiba-tiba diangkat. Tidak menutup kemungkinan isu Korut juga akan seperti itu,” ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

Terkait isu tersebut, Arrmanatha mengatakan bahwa Indonesia akan tetap mengecam setiap langkah yang dapat memprovokasi dan mengancam stabilitas serta keamanan di kawasan itu terganggu.

“Indonesia juga sambut baik dimulainya dialog langsung antara Korut dan Korsel belakangan ini dan keikutsertaan Korut dalam Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang bulan depan,” ujar Arrmanatha.

“Itu semua merupakan langkah positif. Kita terus melihat perkembangan dari kedua negara, dan diharapkan bisa terus berlanjut sehingga kedua negara bisa mencapai kesepakatan untuk berinteraksi seterusnya di masa depan,” lanjutnya. (has)