Langkah ini diambil menyusul kegagalan Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi serupa karena veto dari AS, salah satu anggota tetapnya.
“Kita akan maju ke Sidang Majelis Umum PBB yang khusus membahas hal ini. Insya Allah diselenggarakan Kamis ini,” ucap Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir usai meresmikan pameran foto dalam acara Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award 2017 di Jakarta, Selasa (19/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah AS memveto resolusi “sudah diperkirakan," kata Fachir, "tapi kita tetap bersyukur kalau negara lainnya setuju terhadap resolusi tersebut."
"Karena itu, kita perlu galang dukungan semua negara termasuk negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non-Blok (GNB) untuk memajukan rancangan resolusi tersebut."
AS melalui duta besarnya untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan veto itu terpaksa dilakukan demi mempertahankan kedaulatan dan keputusan AS yang dianggap merefleksikan kebenaran menurut sejarah.
Dunia Arab dan sejumlah negara lainnya seperti Turki telah mengeluarkan kecaman terhadap veto tersebut. Palestina menganggap langkah itu sebagai tindakan yang mencela masyarakat internasional terkait pendudukan serta agresi Israel.
(aal)