Spanyol: Puigdemont Tak Lagi Jadi Presiden Catalonia

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 20/01/2018 01:25 WIB
Spanyol: Puigdemont Tak Lagi Jadi Presiden Catalonia Pemerintah Spanyol menyatakan, Puigdemont tak akan terpilih lagi jadi Presiden Catalonia meski dari jauh, yakni dari Brussel, Belgia. (REUTERS/Albert Gea).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Spanyol menyatakan, akan terus langsung memimpin wilayah otonom Catalonia selama diperlukan. Juru bicara pemerintah Inigo Mendez de Vigo juga memastikan, Carles Puigdemont tak lagi jadi presiden Catalonia.

"Dia tidak akan menjadi presiden," Mendez de Vigo, yang juga menteri pendidikan, budaya dan olah raga, mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara.


Dikutip Reuters, Sabtu (20/1), Mendez de Vido juga menyatakan bahwa Puigdemont tak bisa lagi dipilih menjadi Presiden Catalonia dan memerintah dari jarak jauh, yakni dari Brussels, Belgia. Mendez de Vigo mengatakan, hal tersebut tidak mungkin terjadi berdasarkan Pasal 155 undang-undang dasar.

"Itu tidak akan terjadi. Satu-satunya legitimasi adalah pasal 155,” ujarnya.

Mendez de Vigo mengatakan bahwa jika situasinya tetap tak berubah di Catalonia seperti sekarang, maka bukan tak mungkin akan ada pemilihan daerah baru di Catalonia. "Ini bukan yang kita inginkan tapi itulah yang akan terjadi jika mereka (nasionalis) bertindak di luar hukum."


Pemimpin separatis Catalonia Carles Puigdemont sebelumnya meminta pemerintah Spanyol mengizinkannya pulang untuk menghadiri sesi pembukaan parlemen Catalan sehingga bisa kembali menjadi presiden wilayah otonom tersebut.

Puigdemont kini tengah mengasingkan diri di Belgia. Ia sempat memimpin Catalonia sebelum dinyatakan buron karena mengorganisir referendum dan memproklamirkan kemerdekaan wilayah tersebut pada Oktober lalu.


Partai separatis mengamanankan mayoritas parlemen dalam pemilihan regional pada Jumat (22/12). Namun, belum jelas apakah Puigdemont dan para pemimpin terasing lainnya bisa menghadiri sidang majelis tersebut.

“Saya ingin kembali ke Catalonia sesegera mungkin. Saya ingin kembali sekarang. Ini akan menjadi sebuah kabar baik bagi Spanyol,” ujar Puigdemont kepada Reuters dalam sebuah wawancara di Brussels, Belgia, Sabtu (23/12).

Puigdemont juga mengaku siap untuk mendengarkan tawaran apapun dari Perdana Menteri Mariano Rajoy, meski harus gagal mencapai kemerdekaan. (osc)