Kunjungan Wisatawan Asing ke AS Anjlok Sejak Trump Dilantik

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 17/01/2018 04:02 WIB
Kunjungan Wisatawan Asing ke AS Anjlok Sejak Trump Dilantik Kunjungan turis ke Amerika Serikat dilaporkan terus menurun sejak Donald Trump dilantik sebagai presiden pada Januari 2017 lalu. (Reuters/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kunjungan turis ke Amerika Serikat dilaporkan terus menurun sejak Donald Trump dilantik sebagai presiden pada Januari 2017 lalu.

Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) melaporkan jumlah wisatawan asing yang mengunjungi AS turun lima persen di kuarter pertama dan empat persen di kuarter ketiga 2017 lalu.

ForwardKeys, lembaga pemantau pola perjalanan dan pariwisata, memaparkan bahwa jumlah kedatangan internasional ke bandara-bandara di Amerika menurun 1,4 persen antara 27 Januari hingga 30 September 2017 jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.


Analis ForwardKeys mengatakan, penuruan jumlah turis asing itu berhubungan dengan larangan imigrasi yang sempat diterapkan Trump sekitar awal Februari tahun lalu, tepatnya satu bulan setelah dilantik.
Saat itu, Trump melalui perintah eksekutifnya mengetatkan aturan keimigrasian dengan menerapkan larangan perjalan ke AS bagi warga sejumlah negara Muslim yang dianggap mengancam keamanan.

Belakangan ini, dia juga diklaim mengeluarkan pernyataan bernada rasis terhadap sejumlah negara Afrika yang selama ini menjadi salah satu asal para imigran di Amerika.

Selain itu, FowardKeys menganggap penguatan nilai dolar yang terjadi bersamaan dengan pengetatan imigrasi semakin membuat turis asing enggan berkunjung ke AS karena biaya wisata tinggi.

Terlepas dari AS, kepala departemen tren pariwisata UNWTO, John Kester, mengatakan tahun 2017 menjadi milik sejumlah negara di Eropa lantaran peningkatan turis asing yang cukup signifikan ke kawasan tersebut.
Eropa bagian selatan dan kawasan Mediterania mengalami pertumbuhan pariwisata terbesar selama setahun terakhir, yaitu meningkat 13 persen dibandingkan 2016.

"Kami melihat permintaan perjalanan untuk tujuan ke Eropa sangat kuat. Kami juga melihat pemulihan sektor wisata Perancis yang cukup signifikan tahun ini," ujar Kester sebagaiamana dikutip The Independent, Selasa (16/1).

UNWTO pun memprediksi Perancis akan menjadi jawara negara paling populer bagi turis untuk tahun ini.

Sementara itu, Spanyol diprediksi dapat menggeser posisi AS dari posisi kedua ke ketiga negara terpopuler bagi turis asing. Dalam beberapa tahun belakangan, jumlah turis asing yang berkunjung ke Spanyol terus meningkat.

Menurut Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, total pendapatan negara selama setahun terakhir dari sektor pariwisata meningkat 12 persen menjadi US$106 juta.

Kenaikan sektor wisata ini terjadi meski Spanyol sempat dirundung krisis politik yang dipicu keinginan Catalonia untuk memisahkan diri dan ancaman terorisme selama 2017.
Kunjungan Turis ke AS Anjlok Sejak Trump Jadi PresidenKenaikan sektor wisata di Spanyol terjadi meski negara itu sempat dirundung krisis politik yang dipicu keinginan Catalonia untuk memisahkan diri dan ancaman terorisme selama 2017. (Reuters/Yves Herman)

Walaupun krisis Catalonia memang mempengaruhi jumlah wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke bagian timur laut negara itu, tapi sektor pariwisata di Spanyol secara secara keseluruhan dianggap masih kokoh, bahkan cenderung menguat.

Secara umum, UNWTO memantau jumlah perjalanan dan kedatangan internasional secara global meningkat tujuh persen selama 2017.

"Perjalanan internasional terus berkembang dengan kuat, mengonsolidasikan sektor pariwisata sebagai pendorong utama pembangunan ekonomi. Sebagai sektor ekspor ketiga terbesar di dunia, pariwisata adalah sektor pembuat lapangan pekerjaan yang sangat penting demi kemakmuran masyarakat dunia," kata Sekretaris Jenderal UNWTO, Zurab Pololikashvili.

"Seiring terus berkembangnya sektor wisata kita juga harus bekerja sama lebih erat untuk memastikan pertumbuhan ini bermanfaat bagi setiap anggota masyarakat tuan rumah yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan," katanya. (has)