Abbas Minta Uni Eropa Resmi Akui Palestina sebagai Negara
Riva Dessthania Suastha | CNN Indonesia
Senin, 22 Jan 2018 11:46 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Mahmoud Abbas akan meminta Uni Eropa secara resmi mengakui Palestina sebagai negara.
Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Malki mengatakan permintaan itu akan disampaikan Abbas saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, bersama 28 menlu anggota blok tersebut di Brussels, Belgia, Senin (22/1).
“Sejak Presiden Donald Trump mengubah aturan mainnya, beliau [Abbas] mengharapkan negara-negara Eropa secara kolektif mengakui negara Palestina. Ini adalah cara merespons keputusan Trump,” kata Malki.
“Jika Uni Eropa ingin menjadi pemain utama, mereka harus bersikap adil terhadap kedua belah pihak. Dimulai dengan mengakui negara Palestina,” lanjutnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkeras mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel awal Desember lalu. Selama ini, kalangan internasional menyatakan status kota suci tiga agama itu harus ditentukan oleh negosiasi damai Palestina dan Israel.
Dalam pertemuan dengan Uni Eropa Senin (22/1) siang, Malki mengatakan negaranya juga akan “mengulang kembali komitmen terhadap proses perdamaian” di Timur Tengah. Meski, Abbas menganggap keputusan Trump telah mematikan Perjanjian Oslo yang selama ini menjadi kerangka proses perdamaian Palestina-Israel.
“Beliau [Abbas] ingin mengulang komitmennya terhadap proses perdamaian. Beliau akan menegaskan bahwa ‘Palestina tidak akan menarik diri dari proses perdamaian, kami akan tetap pada komitmen kami’,” kata Malki.
Sementara itu, sejumlah diplomat dan pejabat Uni Eropa di Brussels mengatakan pengakuan Palestina bukan menjadi inti pertemuan hari ini. Sebab, blok tersebut menyerahkan hak pengakuan kepada masing-masing negara anggota secara individual.
Pertemuan rutin antara Abbas dan Uni Eropa ini terjadi setelah sebelumnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan rapat serupa dengan para menlu negara Eropa.
Kunjungan Abbas ke Belgia pun berlangsung bersamaan dengan lawatan Wakil Presiden AS Mike Pence ke Israel dalam rangka tur kenegaraannya di Timur Tengah.
Namun, diberitakan AFP, Pence tidak akan bertandang ke Palestina karena Abbas menolak bertemu dengannya menyusul keputusan sepihak AS soal Yerusalem tersebut.
[Gambas:Video CNN] (nat)
Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Malki mengatakan permintaan itu akan disampaikan Abbas saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, bersama 28 menlu anggota blok tersebut di Brussels, Belgia, Senin (22/1).
“Sejak Presiden Donald Trump mengubah aturan mainnya, beliau [Abbas] mengharapkan negara-negara Eropa secara kolektif mengakui negara Palestina. Ini adalah cara merespons keputusan Trump,” kata Malki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan dengan Uni Eropa Senin (22/1) siang, Malki mengatakan negaranya juga akan “mengulang kembali komitmen terhadap proses perdamaian” di Timur Tengah. Meski, Abbas menganggap keputusan Trump telah mematikan Perjanjian Oslo yang selama ini menjadi kerangka proses perdamaian Palestina-Israel.
“Beliau [Abbas] ingin mengulang komitmennya terhadap proses perdamaian. Beliau akan menegaskan bahwa ‘Palestina tidak akan menarik diri dari proses perdamaian, kami akan tetap pada komitmen kami’,” kata Malki.
Foto: REUTERS/Ammar AwadKota Yerusalem |
Sementara itu, sejumlah diplomat dan pejabat Uni Eropa di Brussels mengatakan pengakuan Palestina bukan menjadi inti pertemuan hari ini. Sebab, blok tersebut menyerahkan hak pengakuan kepada masing-masing negara anggota secara individual.
Pertemuan rutin antara Abbas dan Uni Eropa ini terjadi setelah sebelumnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan rapat serupa dengan para menlu negara Eropa.
Kunjungan Abbas ke Belgia pun berlangsung bersamaan dengan lawatan Wakil Presiden AS Mike Pence ke Israel dalam rangka tur kenegaraannya di Timur Tengah.
Namun, diberitakan AFP, Pence tidak akan bertandang ke Palestina karena Abbas menolak bertemu dengannya menyusul keputusan sepihak AS soal Yerusalem tersebut.
[Gambas:Video CNN] (nat)
Foto: REUTERS/Ammar Awad