Komentar yang dilontarkan pada Kamis (25/1) itu menunjukkan indikasi paling jelas atas keseriusan Washington memandang operasi militer Turki dan risiko terganggunya stabilitas kawasan akibat tindakan tersebut. Namun, sejumlah pejabat Turki langsung menampik pernyataan yang dilontarkan Gedung Putih itu.
Menurut pernyataan Gedung Putih, Trump menyatakan kepada Erdogan melalui sambungan telepon bahwa "Operasi Olive Branch" Turki yang mengincar kelompok bersenjata Kurdi "berisiko menghalangi tujuan bersama kita di Suriah."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pejabat Turki yang enggan disebutkan namanya juga menampik pernyataan Gedung Putih itu.
"Presiden Trump tidak mengungkapkan 'kekhawatiran soal peningkatan kekerasan' terkait operasi militer yang berjalan di Afrin," bunyi pesan tertulis dari pejabat itu. "Diskusi kedua pemimpin soal Operasi Olive Branch hanya terbatas pada pertukaran pandangan."
Berbicara sebelum kedua kepala negara berdiskusi, mantan Duta Besar AS untuk Turki, Eric Edelman, menyatakan arus yang mengalir pada politik dalam negeri Turki sangat berkaitan dengan persepsi AS.
(aal)