Serangan Turki Tewaskan Ratusan Anggota YPG Kurdi

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Rabu, 24/01/2018 18:36 WIB
Serangan Turki Tewaskan Ratusan Anggota YPG Kurdi Ilustrasi YPG Turki. Ratusan anggota kelompok bersenjata itu tewas dalam serangan Turki ke Suriah. (REUTERS/Rodi Said)
Jakarta, CNN Indonesia -- Serangan Turki yang telah berlangsung selama empat hari menewaskan setidaknya 260 anggota kelompok bersenjata Kurdi dan ISIS di Afrin, barat laut Suriah.

Hal tersebut disampaikan pihak militer Turki sebagaimana dikutip Reuters pada Rabu (24/1). Pasukan Turki bersama sekutu pemberontaknya bertempur melawan kelompok bersenjata Kurdi YPG yang didukung Amerika Serikat sejak akhir pekan lalu.

Setelah menghantam Afrin dengan tembakan meriam artileri dan serangan udara, Turki juga mengirimkan pasukan untuk bertempur melawan YPG.


Operasi udara dan darat yang dilakukan Turki membuka medan pertempuran baru di tengah perang sipil Suriah yang telah berlangsung selama hampir tujuh tahun.

Turki yang menganggap YPG sebagai organisasi teroris marah atas dukungan AS. Washington, yang didukung oleh kelompok bersenjata itu dalam memerangi ISIS, menyatakan prihatin atas situasi saat ini.
Presiden AS Donald Trump berencana untuk membahas hal kekhwatiran seputar situasi ini dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui telepon dalam waktu dekat.

Selain Amerika, Rusia juga menempatkan pasukan di Suriah. Kedua negara mendukung pihak yang bertentangan dalam perang tersebut dan meminta Turki untuk menahan diri.

Seorang pejabat pemerintahan Trump yang enggan disebutkan namanya menyatakan Ankara menunjukkan "sinyal bertentangan" soal cakupan serangan.

"Kami akan mendorong mereka untuk membatasi kegiatan sebanyak mungkin," kata pejabat itu.
Sementara itu, Erdogan menyatakan operasi ini diharapkan bisa berakhir dengan cepat.

"Jet kami lepas landas dan mulai menjatuhkan bom. Dan kini operasi darat berlangsung. Sekarang kita melihat bagaimana YPG kocar-kacir di Afrin," ujarnya.

"Kami akan mengejar mereka, Insya Allah, kami akan menyelesaikan operasi ini dengan cepat."

[Gambas:Video CNN] (aal)