Hal tersebut disampaikan pihak militer Turki sebagaimana dikutip Reuters pada Rabu (24/1). Pasukan Turki bersama sekutu pemberontaknya bertempur melawan kelompok bersenjata Kurdi YPG yang didukung Amerika Serikat sejak akhir pekan lalu.
Setelah menghantam Afrin dengan tembakan meriam artileri dan serangan udara, Turki juga mengirimkan pasukan untuk bertempur melawan YPG.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turki yang menganggap YPG sebagai organisasi teroris marah atas dukungan AS. Washington, yang didukung oleh kelompok bersenjata itu dalam memerangi ISIS, menyatakan prihatin atas situasi saat ini.
Lihat juga:Serangan Udara AS Tewaskan 150 Pasukan ISIS |
Selain Amerika, Rusia juga menempatkan pasukan di Suriah. Kedua negara mendukung pihak yang bertentangan dalam perang tersebut dan meminta Turki untuk menahan diri.
Seorang pejabat pemerintahan Trump yang enggan disebutkan namanya menyatakan Ankara menunjukkan "sinyal bertentangan" soal cakupan serangan.
"Kami akan mendorong mereka untuk membatasi kegiatan sebanyak mungkin," kata pejabat itu.
"Jet kami lepas landas dan mulai menjatuhkan bom. Dan kini operasi darat berlangsung. Sekarang kita melihat bagaimana YPG kocar-kacir di Afrin," ujarnya.
"Kami akan mengejar mereka, Insya Allah, kami akan menyelesaikan operasi ini dengan cepat."
[Gambas:Video CNN] (aal)