Kim Jong-nam Bertemu Orang Amerika Misterius sebelum Dibunuh

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 30/01/2018 10:41 WIB
Kim Jong-nam Bertemu Orang Amerika Misterius sebelum Dibunuh Kim Jong-nam, kakak tiri Kim Jong-un, dilaporkan sempat bertemu dengan seorang warga AS yang misterius sebelum dibunuh di Bandara Kuala Lumpur, tahun lalu. (Joongang Ilbo/News1 via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kim Jong-nam, kakak tiri dari pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, dilaporkan sempat bertemu dengan seorang warga Amerika Serikat yang misterius sebelum dibunuh di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, tahun lalu.

Petugas penyelidik Malaysia, Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz, mengatakan bahwa pertemuan itu terjadi di sebuah apartemen di Langkawi pada 9 Februari, empat hari sebelum Kim tewas dalam perjalanan dari bandara ke rumah sakit.
Bernama melaporkan, pernyataan itu disampaikan Wan Azirul pada persidangan pada Senin (29/1), saat menjawab pertanyaan dari Gooi Soon Seng, pengacara dari tersangka asal Indonesia, Siti Aisyah, yang diduga mengusapkan racun VX ke wajah Kim bersama tersangka lainnya dari Vietnam, Doan Thi Huong.

Gooi menanyakan hal tersebut merujuk pada satu berita dari harian Asahi Shimbun pada Mei lalu yang berisi laporan mengenai pertemuan di Langkawi tersebut. Asahi melaporkan, pria AS itu adalah agen intelijen Korea-Amerika.
Namun, Wan Azirul tak dapat mengonfirmasi kewarganegaraan mau pun motif pria misterius itu mengadakan pertemuan dengan Kim beberapa hari sebelum insiden terjadi.


Selain itu, Asahi juga menyertakan bukti laporan kepolisian bagian forensik komputer yang menunjukkan bahwa laptop Kim terakhir kali dipakai pada 9 Februari, saat pertemuan itu terjadi di Langkawi. Menurut Asahi, ada satu USB yang tertancap di laptop tersebut saat itu.

[Gambas:Video CNN]

Gooi mengatakan, fakta ini sangat penting dalam menguak kebenaran di balik kasus yang menyeret kliennya.

Dalam persidangan sebelumnya, Siti dan Doan selalu menyangkal melakukan pembunuhan. Mereka mengaku ditipu dengan modus ditawari untuk bermain dalam program prank di televisi. (has/has)