Indonesia Ajak Korea Selatan Jalin Kerja Sama Intelijen

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 31/01/2018 19:59 WIB
Indonesia Ajak Korea Selatan Jalin Kerja Sama Intelijen Indonesia mengajak Korea Selatan untuk menjadi negara pengamat dalam kerja sama intelijen antarnegara Asia Tenggara yang dikenal dengan konsep 'Our Eyes'. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia mengajak Korea Selatan untuk menjadi negara pengamat  dalam kerja sama intelijen antarnegara Asia Tenggara yang dikenal dengan konsep Our Eyes.

Permintaan itu  disampaikan dalam pertemuan Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young Moo dengan Presiden Joko Widodo yang dihelat di Istana Merdeka, Rabu (31/1).

Menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu,  masalah terorisme menjadi agenda pertemuan Jokowi dengan Menhan Korea Selatan selain penyediaan alat sistem utama pertahanan (alutsista).


Penanggulangan terorisme menjadi penting lantaran masalah itu adalah fokus pertahanan Indonesia saat ini. Karena itu, menurut Ryamizard, Indonesia tak segan untuk mengajak kerja sama negara ginseng tersebut.

Sekadar informasi, Our Eyes adalah kerja sama negara-negara Asia Tenggara dalam bertukar informasi intelijen untuk menangkal ancaman terorisme.

Kerja sama ini baru diluncurkan pada awal tahun ini yang ditandai dengan penandatangan pernyataan bersama dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

“Tujuan kami sama, Indonesia tidak ada musuh. Musuh utama kita adalah teroris. (Sehingga) Korea Selatan kami ajak sebagai pengamat (observer),” ujar Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (31/1).

Setelah Korea Selatan, rencananya pemerintah juga akan mengajak Australia untuk bergabung sebagai negara observer. Rencananya Ryamizard akan menyambangi negara kanguru itu untuk menyampaikan ajakan tersebut dalam waktu dekat.

“Selain itu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga telah mengirimkan utusan ke Indonesia terkait inisiatif ini. Amerika Serikat, China, dan Rusia pun sebetulnya menyatakan minat untuk bergabung, banyak yang mau ikut bergabung, tapi kami batasi,” kata dia.

Adapun Menhan Korsel Song Young Moo tidak berkomentar ihwal ajakan Indonesia tersebut. Menurutnya, Korea Selatan tentu akan meningkatkan kerja sama yang lebih erat di bidang pertahanan, diplomasi, dan industri pertahanan.

“Kedua pemimpin negara bersepakat meningkatkan hubungan kedua negara menjadi kemitraan strategis khusus. Kami akan berjalan beriringan dengan Indonesia, karena Indonesia adalah negara penting bagi Korea Selatan,” kata dia.

(nat)