Pasukan AS di Afghanistan menyatakan operasi sepanjang 96 jam itu digelar untuk "untuk menghancurkan sumber pemasukan pemberontak, fasilitas pelatihan dan jaringan dukungan."
Menurut keterangan pers yang dikutip CNN pada Rabu (2/7), 24 amunisi kendali presisi yang dijatuhkan B-52 adalah jumlah terbanyak yang pernah dijatuhkan pesawat tertua di angkatan udara AS itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
B-52 paling baru mulai digunakan pada 1962, dan pesawat sepanjang 48 meter itu pun kemudian menjadi ikon perang dingin. Pesawat ini banyak dimodifikasi sejak Perang Dingin berakhir dan diperbarui dengan peluru kendali presisi, peralatan elektronik dan sensor canggih.
Selain sejumlah posisi Taliban, serangan yang dilakukan belum lama ini juga mengincar fasilitas latihan di provinsi Badakhshan dan "kendaraan angkatan bersenjata nasional Afghanistan yang dicuri dan tengah diproses menjadi bom mobil."
Pesawat B-52 bisa membawa 32 ribu kilogram muatan senjata. (Sgt. Robert J. Horstman via Wikimedia (PD US Air Force) |
Pasukan AS terus melakukan serangan terhadap jaringan Taliban di Provinsi Helmand dan mengincar sumber-sumber pemasukan seperti narkotik ilegal.
Walau demikian, Taliban terus memperkuat kendalinya di Afghanistan dalam paruh kedua tahun lalu, menurut data militer AS yang dirilis kepada CNN pekan lalu.
Pada Oktober 2017, 14 persen distrik Afghanistan berada di bawah kendali Taliban atau pemberontak lain. Angka itu menunjukkan peningkatan satu persen dari data sebelumnya pada Agustus.
(aal)
Pesawat B-52 bisa membawa 32 ribu kilogram muatan senjata. (Sgt. Robert J. Horstman via Wikimedia (PD US Air Force)