Serangan AS Tewaskan 100 Pasukan Pendukung Suriah

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Kamis, 08/02/2018 18:27 WIB
Serangan AS Tewaskan 100 Pasukan Pendukung Suriah Ilustrasi tentara Suriah. Serangan AS menewaskan lebih dari 100 pasukan pendukung pemerintah negara tersebut. (AFP Photo/Ayham al-Mohammad)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari 100 pasukan pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad tewas setelah koalisi pimpinan Amerika Serikat dan sekutu lokalnya menggagalkan sebuah serangan besar terkoordinasi pada Rabu malam dan Kamis pagi (8/2).

Jumlah korban jiwa menggarisbawahi skala serangan koalisi yang, menurut pejabat AS yang enggan disebut namanya, melibatkan sekitar 500 pasukan ditambah dukungan artileri, tank baja, sistem roket dan mortir.

Sebagian tentara AS sempat melekat dengan salah satu sekutunya, Pasukan Demokratis Suriah (SDF), saat kejadian. Mereka bermarkas di provinsi Deir al-Zor yang menjadi sasaran serangan.


Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dari pihak Amerika dalam insiden tersebut, kata sejumlah pejabat.

Salah seorang tentara SDF terluka dalam insiden itu, kata salah seorang pejabat.
"Kami mencurigai pasukan pro-rezim Suriah mencoba merebut tanah yang telah dibebaskan SDF dari Daesh (ISIS) pada September 2017," ujarnya, sebagaimana dikutip Reuters.

Pasukan "kemungkinan besar mencoba merebut ladang minyak di Khusham yang sempat jadi sumber pemasukan besar bagi ISIS pada 2014 hingga 2017."

Baik pejabat AS maupun koalisi dukungan AS memberikan detail terkait pasukan yang melakukan serangan. Tentara Suriah didukung kelompok bersenjata dukungan Iran dan tentara Rusia.

Menurut pejabat AS, koalisi pimpinan negaranya sempat memperingatkan para pejabat Rusia soal keberadaan pasukan SDF di area itu, sebelum menggagalkan serangan.
"Para pejabat koalisi berkomunikasi rutin dengan Rusia sebelum, saat dan setelah serangan (musuh) yang digagalkan itu," ujarnya.

(aal)