Karena Satu Orang, Pemerintah AS Kembali Tutup

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Jumat, 09/02/2018 13:38 WIB
Karena Satu Orang, Pemerintah AS Kembali Tutup Ilustrasi. Pemerintahan Amerika Serikat kembali ditutup menyusul kegagalan Kongres menyetujui anggaran sementara. (REUTERS/Joshua Roberts)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintahan Amerika Serikat lagi-lagi mesti tutup setelah seorang politikus konservatif di Senat sengaja menunda langkah Kongres menyepakati anggaran sementara, Kamis malam waktu setempat (9/2).

Pada tengah malam, anggaran untuk sebagian besar badan federal memasuki masa kedaluwarsa seiring dengan gagalnya Kongres melakukan intervensi.

Tenggat tengah malam terlewatkan karena pidato putus-sambung selama sembilan jam oleh Senator Rand Paul di Senat. Dia tak puas dengan defisit $300 miliar dalam anggaran sementara yang sedang digodok.


"Alasan saya berada di sini malam ini adalah untuk mempermalukan orang-orang. Saya ingin mereka merasa tidak nyaman," kata Paul.

Menurutnya, rencana anggaran itu secara umum akan "menjarah perbendaharaan."
Terlewatnya tenggat secara teknis kembali memicu penutupan pemerintah alias government shutdown, meski mungkin hanya akan berlangsung singkat dan tidak memengaruhi urusan negara.

Senat diperkirakan akan menyepakati anggaran sementara setelah 1.00 waktu setempat dan mengirimkannya ke Dewan Perwakilan.
Pemerintahan Donald Trump  kembali ditutup setelah anggota partainya menunda intervensi Kongres.Pemerintahan Donald Trump kembali ditutup setelah anggota partainya menunda intervensi Kongres. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Suara para anggota dewan terpecah antarpartai dan pengajuan anggaran mungkin tidak bisa lolos begitu saja. Hanya saja, para pemimpin Partai Republik sudah mengatakan bahwa paket itu akan disetujui, kemungkinan sebelum hari kerja.

Jika memang disetujui, maka pemerintah tidak akan terganggu dengan peristiwa ini. Sebaliknya, shutdown akan benar-benar berdampak dan menjadi yang kedua kalinya di 2018 ini, menyusul penutupan selama tiga hari pada Januari lalu.
Kejadian tidak terduga ini menggarisbawahi ketidakmampuan Kongres yang didominasi Partai Republik dan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menangani kewajiban fiskal Washington yang paling sederhana.

Kantor bidang Manajemen dan Anggaran Gedung Putih menyatakan tengah bersiap menghadapi shutdown jika anggaran sementara tidak lolos tepat waktu di Kongres.

"Kantor bidang Manajemen dan Anggaran saat ini tengah bersiap untuk jeda apropriasi," kata seorang pejabat kantor tersebut, dikutip Reuters.

Kantor Manajemen Personel AS mengirim surat elektronik kepada para pegawai pemerintahan federal pada 12.06 waktu setempat, menyebutkan anggaran sudah kedaluwarsa dan mengimbau mereka berkonsultasi dengan kantornya "untuk petunjuk bertugas."

(aal)