AS Tak Tutup Kemungkinan Bicara dengan Korut di Olimpiade

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Selasa, 06/02/2018 19:39 WIB
AS Tak Tutup Kemungkinan Bicara dengan Korut di Olimpiade Wakil Presiden AS, Mike Pence, akan menghadiri Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, di mana delegasi Korut juga akan turut serta. (Reuters/Ammar Awad)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Amerika Serikat tak menutup kemungkinan mengadakan dialog dengan Korea Utara di sela ajang Olimpiade Musim Dingin yang akan digelar di Pyeongchang, Korea Selatan, mulai besok, Rabu (7/2).

"Terkait kunjungan wakil presiden [Mike Pence] ke Olimpiade dan kemungkinan pertemuan dengan Korea Utara, saya rasa kita lihat saja nanti," ujar Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, sebagaimana dikutip AFP, Selasa (6/2).

Ketika dikonfirmasi mengenai pernyataan Tillerson, Pence pun hanya berkata, "Kita lihat apa yang akan terjadi."
Saat didesak untuk memperjelas pernyataannya, Pence kemudian menegaskan, "Presiden [Donald] Trump sudah mengatakan bahwa dia percaya akan pembicaraan."


"Namun, pesan saya, bagaimana pun kejadiannya, siapa pun yang hadir, akan sama saja, bahwa Korea Utara harus mengakhiri semua program senjata nuklir dan ambisi rudal balistik mereka," kata Pence.

Pernyataan ini membuat rancu sikap AS sebelumnya yang terus menegaskan bahwa mereka tak akan menjalin kontak dengan delegasi Korut selama Olimpiade Musim Dingin.
Sikap AS semakin rancu karena Pence sendiri sudah dua kali melakukan tur Asia untuk menggalang kekuatan menekan Korut agar menghapuskan semua program senjata nuklirnya.

Upaya ini digencarkan setelah pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, mengklaim akan mengembangkan rudal yang dapat mencapai wilayah AS.

Trump sebagai presiden AS pun tak tinggal diam. Di hadapan sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Trump bahkan mengatakan bakal "benar-benar menghancurkan Korut" jika terus mengancam. (has/has)