Memo Tandingan soal Tudingan Trump ke FBI Siap Dirilis

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Selasa, 06/02/2018 16:35 WIB
Memo Tandingan soal Tudingan Trump ke FBI Siap Dirilis Presiden Trump mengamini bahwa FBI menyalahgunakan hukum. Kini, memo rahasia yang membantah tudingan itu siap dirilis. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Intelijen Dewan Perwakilan Amerika Serikat dengan suara mutlak memutuskan mempublikasikan memo Partai Demokrat yang membantah tudingan Partai Republik bahwa FBI menyalahgunakan hukum pengawasan, Senin malam waktu setempat (6/2).

Memo rahasia dari Adam Schiff, pejabat tertinggi Demokrat di Komisi Intelijen AS, ditulis untuk melawan tudingan dari ketua komisi yang berasal dari Partai Republik, Devin Nunes, yang dirilis pada Jumat lalu.

Memo Nunes menuding FBI, Biro Investigasi Federal AS, menyalahgunakan proses Akta Pengawasan Intelijen Asing (FISA) dalam mendapatkan surat perintah pengawasan atas mantan penasihat tim kampanye Presiden Donald Trump, Carter Page.


Trump mengamini tudingan itu, mengklaim dirinya terbukti tidak bersalah dalam kasus dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan presiden AS, 2016 lalu. Kremlin diduga ikut campur untuk menjegal lawan Trump saat itu, Hillary Clinton.

Selain menyepakati pengungkapan memonya, Schiff mengatakan kepada wartawan bahwa komisi juga sepakat mengirim dokumen itu kepada FBI dan Kementerian Kehakiman agar kedua lembaga ikut berperan dalam proses persetujuan di ranah eksekutif.
Ia dan para politikus Demokrat lainnya menyebut memo Nunes tidak akurat dan menyesatkan. Schiff menuliskan poin demi poin untuk menangkal tudingan Nunes dalam memo tandingan setebal 10 halaman itu.

Schiff mengatakan dia telah memberikan memo itu kepada Kementerian Kehakiman untuk ditinjau.

Komisi Intelijen yang dipimpin oleh Republik melarang memo Demokrat dirilis pada pekan lalu, dengan alasan dokumen itu baru saja diterima. Alih-alih, mereka menindaklanjuti memo Nunes yang kemudian dirilis atas persetujuan Trump, Jumat.

Walau demikian, panel setuju memo tersebut ditinjau oleh seluruh Dewan Perwakilan secara rahasia. Usai rapat tertutup, para politikus Republik menyatakan mendukung publikasi dokumen itu.
Saat ini, memo Schiff sudah berada di Gedung Putih. Proses rilis dokumen sama dengan sebelumnya ketika milik Nunes dipublikasikan: Presiden diberikan waktu lima hari untuk memutuskan apakah mengizinkan langkah itu atau tidak.

Jika Trump menolak, Komisi Intelijen bisa melimpahkan permasalahan publikasi ini ke seluruh Dewan Perwakilan untuk diperdebatkan secara tertutup dan diselesaikan lewat pemungutan suara.
Trump menyebut memo Nunes membuktikan dirinya tidak bersalah.Trump menyebut memo Nunes membuktikan dirinya tidak bersalah. (REUTERS/Win McNamee/Pool)
Menanggapi, seorang pejabat Gedung Putih yang dikutip CNN mengatakan memo Schiff akan "ditinjau." Namun, dia tidak mengatakan berjanji akan mengungkapnya ke publik.

"Memo itu akan dibaca dan ditinjau," kata seorang pejabat senior Gedung Putih.
Memo rahasia diserahkan ke Gedung Putih pada Senin malam, sekaligus memulai hitung mundur batas waktu lima hari bagi Trump. Pejabat itu tidak mengatakan apakah keputusan akan diambil sebelum Jumat, tapi dia menyiratkan hal itu bisa terjadi.

Namun, Schiff menyatakan dirinya khawatir Gedung Putih akan melakukan "penyuntingan politis" pada memo itu sebelum merilisnya. Karena itulah dia meminta Kementerian Kehakiman dan FBI untuk ikut serta memeriksa dokumen.


Kecaman Trump

Schiff mengatakan kedua lembaga belum merespons permintaannya.

Sementara itu, Trump angkat suara melalui Twitter pada Senin pagi, mengecam Schiff dan memuji Nunes, meski tidak secara spesifik menyinggung soal memo tandingan dari Demokrat.
"Adam Schiff kecil, yang sangat ingin naik jabatan, adalah salah satu pembohong dan pembocor terbesar di Washington ... Adam meninggalkan rapat tertutup komisi untuk membocorkan informasi rahasia secara ilegal," kata Trump.

"Anggota Dewan Devin Nunes, lelaki dengan keberanian luar biasa, pada suatu hari mungkin akan dikenal sebagai pahlawan Amerika atas apa yang dia ungkap dan apa yang mesti dia alami," kicaunya dua jam kemudian.



Schiff menanggapi Trump, juga melalui Twitter:

"Pak Presiden, saya lihat Anda pagi ini Anda disibukkan dengan 'Kegiatan Eksekutif'. Alih-alih berkicau fitnah, warga Amerika ingin Anda mematikan TV dan menyelesaikan krisis anggaran, melindungi Dreamers atau apapun," kata Schiff.

(aal)