Genjot Pariwisata, RI-Singapura Buka Penerbangan ke Belitung

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 15/02/2018 02:51 WIB
Genjot Pariwisata, RI-Singapura Buka Penerbangan ke Belitung Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menlu RI Retno Marsudi saat melakukan pertemuan bilateral di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. (CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia dan Singapura sepakat membuka sejumlah jalur penerbangan langsung. Beberapa di antaranya penerbangan Singapura-Belitung dan Singapura-Danau Toba melalui Bandara Silangit, Medan.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan pembukaan jalur penerbangan itu merupakan salah satu bentuk pengembangan serta penguatan kerja sama bilateral dengan Singapura, salah satunya dalam sektor pariwisata.

"Banyak perkembangan kerja sama bilateral yang tadi saya diskusikan, salah satunya dalam pariwisata kedua negara sepakat buka sejumlah jalur direct flight seperti ke Danau Toba dan saat ini sedang dijajaki Belitung, Bintan, Jogja," ucap Retno usai bertemu Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Jakarta, Rabu (14/2).



Selain jalur penerbangan, Retno mengatakan RI dan Singapura juga mulai menjajaki pariwisata kapal pesiar yang akan berlayar dari Pelabuhan Marina, Singapura, menuju sejumlah wilayah di Indonesia seperti Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, dan Bali.

"Sejak Desember lalu jalur kapal pesiar dari Singapura ke Bali juga sudah dibuka. Kita juga sedang kembangkan kerja sama Pelindo III dengan salah satu perusahaan di Singapura untuk membuka jalur pesiar Marina-Banyuwangi, Jawa Timur," kata Retno.

Sektor pariwisata memang menjadi salah satu sektor yang menonjol dalam hubungan kedua negara. Duta Besar RI untuk Singapura, I Gusti Ngurah Swajaya mengatakan turis Singapura merupakan pengirim turis terbesar kedua ke Indonesia setelah China.

Sebaliknya, kata Ngurah, Indonesia juga merupakan pengirim turis terbesar kedua ke Singapura setelah China.

"Jadi dahulu turis kita menjadi pengirim turis terbesar ke Singapura, sebaliknya juga. Sekarang dua-duanya dikalahkan oleh turis China. Ini bukti bahwa sektor pariwisata memiliki banyak manfaat dan peluang perekonomian bagi kedua negara," papar Ngurah.


Ngurah juga berujar pemerintah tengah giat-giatnya mempromosikan 10 destinasi wisata baru yang tak kalah eksotis dari Pulau Bali, yang selama ini menjadi ikon pariwisata Indonesia, di Singapura.

Tak hanya mendatangkan turis, Ngurah mengatakan promosi pariwisata diharapkan bisa mendorong investor-investor Singapura dan negara lainnya untuk menanamkan modalnya di destinasi-destinasi pariwisata baru Indonesia tersebut.

"Kami promosikan 10 destinasi wisata baru yang tidak hanya datangkan wisatawan tapi juga mengundang investor untuk membantu bangun infrastruktur sarana penunjang di destinasi-destinasi baru tersebut," ucap Ngurah.

Ngurah memaparkan sektor pariwisata bisa menjadi salah satu pendorong datangnya investor ke Indonesia. Setahun terakhir, dia mencatat, nilai investasi kedua negara sempat turun sedikit.


Pada 2016 lalu, nilai investasi Singapura di Indonesia tercatat mencapai US$9,2 juta, sementara pada 2017 tercatat hanya mencapai US$8,4 juta.

Penurunan ini, tuturnya, terjadi karena banyaknya proyek penanaman modal dalam jumlah besar yang terjadi sepanjang 2016.

"Jadi turunnya nilai investasi ini terjadi karena pada 2016 banyak proyek besar yang masuk sehingga di 2017 biasa saja. Kami harapkan tahun 2018 ini akan kembali masuk investasi yang besar-besar lagi. Maka dari itu, penguatan kerja sama seperti salah satunya dalam sektor pariwisata terus diupayakan kedua negara," ujar Ngurah. (pmg/pmg)