"Mudah-mudahan [jenazah] bisa dipulangkan dalam dua sampai tiga hari ke depan setelah hasil post-mortem keluar," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Lalu Muhamad Iqbal, di kantornya, Jakarta, Kamis (14/2).
Iqbal mengatakan pihak berwenang Malaysia telah melakukan visum terhadap jenazah Adelina kemarin. Sementara itu, hasil post-mortem kemungkinan keluar hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi sebelumnya menyatakan ada perbedaan pada identitas korban yang sempat beredar dan yang ditemukan oleh pihaknya saat menelusuri kasus ini. Sebelumnya, diberitakan korban bernama lengkap Adelina Lisao, tapi Kemlu menemukan dia bernama Adelina Jemirah.
Dia langsung dibawa ke Rumah Sakit Bukit Mertajam, Minggu (11/2), tapi nyawanya tak dapat diselamatkan.
Iqbal mengatakan timnya telah berhasil melacak dan menghubungi keluarga Adelina yang berasal dari Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Saat ini, tim masih terus memperjuangkan agar majikan membayar kompensasi kepada keluarga.
"Kompensasi dari pihak agensi perekrut sudah diberikan kepada keluarga, jumlahnya cukup besar. Saat ini kami masih memperjuangkan hak keluarga untuk mendapat kompensasi dari majikan," lanjutnya.
Jika kedapatan bersalah, pelaku penganiayaan Adelina terancam hukuman mati di bawah Pasal 302 pidana Malaysia mengenai pembunuhan berencana.
(aal)