Israel Tegaskan Siap Hadapi 'Imperium Iran' di Timur Tengah

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 19/02/2018 05:51 WIB
Israel Tegaskan Siap Hadapi 'Imperium Iran' di Timur Tengah PM Israel Benjamin Netanyahu kembali mengeluarkan ancaman terhadap Iran. (REUTERS/Atef Safadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (18/2), menegaskan bahwa Israel dapat mengambil tindakan terhadap Iran dan aliansinya di Timur Tengah, usai insiden perbatasan di Suriah yang membuat negara bermusuhan ini semakin dekat menuju konfrontasi terbuka.

Dalam pidato pertamanya di Konferensi Keamanan Munich, Netanyahu membawa sebuah benda atau potongan puing yang ia sebut sebagai pesawat tanpa awak milik Iran yang terbang di kedaulatan udara Israel, Februari ini.

Netanyahu memamerkan potongan pesawat nirawak itu di hadapan pejabat keamanan dan pertahanan serta para diplomat dari Eropa dan Amerika Serikat yang hadir di konferensi tersebut.


"Israel tak akan membiarkan rezim Iran merancang teror di 'leher' kami," kata dia. "Kami akan bertindak jika dibutuhkan tak hanya terhadap proxy Iran, juga terhadap Iran."

Iran sebelumnya meledek pernyataan keras Netanyahu dengan menyebut reputasi tak terkalahkan Israel telah runtuh setelah sebuah pesawat F-16 milik negara Zionis itu ditembak jatuh di Suriah, beberapa hari lalu.

Kali ini, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan presentasi Netanyahu di Munich sebagai 'sirkus kartun yang bahkan tak perlu ditanggapi.

"Apa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir adalah bahwa reputasi Israel yang tak tersentuh telah runtuh," ujar Zarif yang berbicara beberapa jam setelah pidato Netanyahu di Munich.

"Saat Suriah memiliki keberanian menembak jatuh pesawat Israel, seolah bencana telah terjadi," kata Zarif, sambil menyebut Israel menggunakan agresi sebagai kebijakan melawan negara tetangga termasuk Libanon dan Suriah.

Israel berulang kali menuduh Iran berupaya membangun pengaruh militer di Suriah dimana kelompok yang didukung Iran membantu Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang saudara yang kini memasuki tahun ke delapan.

Netanyahu mengatakan Iran memasuki teritori Suriah ketika kelompok militan ISIS kehilangan kekuasaannya. 

"Mencoba mendirikan imperiumnya di Timur Tengah dari bagian selatan Yaman, serta menciptakan penghubung dari Iran menuju Irak, Libanon, dan Gaza," ujar Netanyahu.

Perang kata-kata antara kedua negara di forum Internasional terjadi di tengah upaya Israel bekerjasama dengan negara-negara Arab Sunni yang juga mengkhawatirkan pengaruh Syiah Iran. (wis)