Kisah Pahlawan Florida, Ditembak Lima Kali Demi Teman

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Senin, 19/02/2018 12:33 WIB
Dunia maya diramaikan oleh kisah seorang siswa di Florida yang merelakan diri ditembak lima kali untuk menyelamatkan teman-temannya dari aksi penembakan massal. Penembakan di Florida menewaskan belasan orang. Salah satu korban luka dikabarkan rela ditembak demi menyelamatkan teman-temannya. (Joe Raedle/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dunia maya diramaikan oleh kisah seorang siswa di Marjory Stoneman Douglas High School, Florida, yang merelakan diri menerima peluru untuk menyelamatkan teman-temannya dari aksi penembakan massal.

Serangan itu dilakukan oleh Nikolas Cruz pada pekan lalu. Sebanyak 17 orang kehilangan nyawa akibat perbuatan remaja tersebut.

Anthony Borges (15) dikabarkan ditembak lima kali saat berusaha menutup dan mengunci pintu ruang kelas. Dia menderita luka di kedua kaki, sehingga tulang paha kiri bagian atasnya hancur, dan di bagian tubuh yang tertembus peluru.


Hal itu dijelaskan dalam situs penggalang dana sumbangan untuk keluarga Borges di gofundme.com. Diakses CNNIndonesia.com pada Senin (19/2), dana yang terkumpul lewat fasilitas tersebut sudah mencapai $37.129 atau Rp500 juta. 
Akun Twitter Black Lives Matter menceritakan Borges menggunakan tubuhnya untuk menahan pintu agar tetap tertutup, melindungi 20 siswa lain yang ada di dalam kelas. Dia disebut tertembak lima kali.



Nyawa Borges bisa terselamatkan dan saat ini dia sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Kantor Sheriff Broward melalui Facebook mengunggah foto Borges bersama Sheriff Scott Israel di ruang perawatan.

"Sheriff Israel merasa terhormat bisa mengunjungi Anthony Borges, 15, di rumah sakit hari ini. Keluarganya bercerita bahwa ia ditembak lima kali dalam serangan di sekolah Rabu lalu. Syukurnya, dia mulai pulih," bunyi unggahan kantor Sheriff.
Borges disebut mesti menjalani lebih banyak operasi. Kantor Sheriff mengajak semua pihak mendoakannya dan para korban lain "kejahatan kejam" ini agar bisa lekas sembuh.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikecam oleh seorang korban penembakan di Florida atas hubungannya yang kuat dengan National Rifle Association (NRA) atau Asosiasi Senjata Nasional.



Hal itu diungkapkan dalam unjuk rasa menuntut pengendalian kepemilikan senjata pada Sabtu waktu setempat. Emma Gonzalez menyampaikan sebuah pidato yang berapi-api kepada kerumunan siswa, orang tua dan penduduk di dekat Ft. Lauderdale, Florida.

"Kepada setiap politikus yang mengambil sumbangan dari NRA, Anda memalukan!" ucapnya seraya mengarahkan kecaman pada Trump karena mendapat dukungan jutaan dolar yang diperolehnya dari lobi senjata api.
"Anda memalukan," sahut demonstran lainnya.

(aal)