Eksklusif

'Murica Great' Grup Instagram Pelaku Penembakan Florida

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 17/02/2018 14:01 WIB
'Murica Great' Grup Instagram Pelaku Penembakan Florida Nikolas Cruz (baju putih), terduga pelaku penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas, Florida. (WSVN.com via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terduga pelaku penembakan di SMA Marjory Stoneman Douglas, Florida, disebut sering mengirim pesan bernada kebencian dalam grup perbincangan di Instagram, seperti yang dikatakan oleh salah satu anggota grup perbincangan tersebut.

Diwawancara secara eksklusif oleh CNN tanpa ingin disebutkan namanya, sang anggota yang masih berusia 18 tahun, mengaku kalau Nikolas Cruz (19) sering mengungkapkan kebenciannya yang bernada rasisme dan homophobia.

Grup perbincangan itu terbentuk sejak tahun 2017 dan beranggotakan enam orang, termasuk Cruz.


Bernama Murica Great, nama grup perbincangan itu juga diberi emoji bendera Amerika Serikat dan lambang Burung Elang. Cruz yang menamai grup tersebut.

Sang anggota mengatakan kalau Cruz sempat menulis, "Saya benci Yahudi, kaum kulit hitam, dan imigran".

"Ibu saya seorang Yahudi. Beruntung saya tak pernah bertemu dengannya," lanjut Cruz.

Selain perbincangan, ia juga sering mengirimkan foto dan video yang bertema SARA.

"Cruz benci dengan orang kulit hitam karena warna kulit mereka hitam. Cruz benci dengan Yahudi karena ia percaya kaum tersebut akan menghancurkan dunia," kata sang anggota.

Saat seorang anggota mengungkapkan kebenciannya terhadap kaum gay, Cruz menyarankan agar ia langsung menembak kepala kaum gay yang ditemuinya.

Tak hanya kaum yang berbeda warna kulit, Cruz juga benci dengan kaum kulit putih yang berpasangan dengan kaum kulit hitam. Ia menganggap kaum kulit putih yang melakukan hal demikian ialah pengkhianat.

Meski demikian, belum diketahui lebih lanjut mengenai kemungkinan salah satu anggota grup perbincangan itu merupakan anggota Kelompok Supremasi Kulit Putih.

Bangga dengan senjata

Dalam akun Instagram-nya, beberapa kali Cruz mengunggah foto koleksi senjata apinya. Tercatat, ia memiliki tujuh senjata beraneka ukuran.

Senjata api jenis AR-15 menjadi yang paling dibanggakannya.

"Saya telah mendapat gaji bulan ini, sepertinya saya akan membeli pelindung badan," tulis Cruz dalam grup perbincangannya.

Saat ditanya kegunaan benda tersebut, Cruz hanya menjawab, "Untuk digunakan di sekolah, penembak di sekolah."

Anggota grup perbincangan sempat khawatir dengan pernyataannya, namun Cruz mengaku hanya bercanda.

Jim Gard, mantan guru Matematika di sekolahnya, mengatakan kalau dirinya tak pernah mengalami masalah dengan perilaku Cruz.

Hanya saja pada November 2016, ia pernah mendapat surat elektronik dari pihak sekolah yang mengatakan kalau Cruz akan datang ke sekolah membawa "tas besar".

"Ia terlihat baik, tapi sepertinya kondisi kejiwaannya terganggu," kata sang anggota grup mengenai Cruz di akhir perbincangannya dengan CNN.

(ard)