Ke Afghanistan, JK Berbagi Cerita Pengalaman RI Atasi Konflik

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 22/02/2018 18:02 WIB
Ke Afghanistan, JK Berbagi Cerita Pengalaman RI Atasi Konflik Ledakan bom di depan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, 27 Januari 2018. Wapres JK akan berkunjung ke Afghanistan 28 Februari-1 Maret. (AFP PHOTO/WAKIL KOHSAR)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla akan berkunjung ke Afghanistan pada 28 Februari-1 Maret mendatang. Salah satu agendanya adalah menghadiri Konferensi Proses Perdamaian Kabul.

Dalam konferensi tersebut, JK akan bertukar pengalaman dengan Afghanistan mengenai pendekatan Indonesia dalam mengatasi konflik internal.

"Dalam konferensi itu akan ada beberapa hal yang disampaikan Pak Wapres, beberapa diantaranya mengenai komitmen Indonesia mendukung perdamaian di Afghanistan dan sharing pengalaman kita dalam menangani konflik melalui pendekatan soft power," kata Arrmanatha kepada awak media di Jakarta, Kamis (22/2).


Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan mendampingi lawatan JK ke Afghanistan.

Kunjungan Wapres JK yang berlangsung tak lama setelah lawatan Presiden Joko Widodo pada Januari lalu ke Kabul, menurut Arrmanatha, menggambarkan kuatnya komitmen Indonesia membantu dan mendukung perdamaian serta pembangunan di Afghanistan.

"Indonesia akan terus mendukung pendekatan non-kekerasan dan inklusif dalam mencapai perdamaian di Afghanistan," kata Arrmanatha.

Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan, Arief Rachman mengatakan kunjungan JK ke Kabul adalah undangan langsung Presiden Ashraf Ghani. JK diminta Presiden Ghani menjadi tamu khusus dalam konferensi perdamaian tersebut.

Menurut Arief, konferensi tersebut merupakan salah satu upaya perdamaian yang diinisiasi sendiri oleh pemerintah Afghanistan tanpa campur tangan negara asing.

Dalam pertemuan itu, pemerintah bersama tokoh-tokoh internal akan berdialog, mendiskusikan langkah konkret untuk merealisasikan perdamaian.

Seorang pria menangisi kematian putranya yang terkena ledakan bom di Kabul, Afghanistan.Foto: REUTERS/Omar Sobhani
Seorang pria menangisi kematian putranya yang terkena ledakan bom di Kabul, Afghanistan.


Hingga kini Afghanistan dihantui konflik saudara berkepanjangan. Sejumlah kelompok masih melancarkan pemberontakan terhadap pemerintah. Salah satu kelompok yang paling mengancam adalah Taliban.

Taliban kerap melancarkan serangan bom bunuh diri dan penembakan di tempat-tempat publik. Aparat pemerintah merupakan target utama serangan Taliban. Namun tak jarang menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan warga sipil.

Data Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menghitung 10.453 warga sipil menjadi korban dalam konflik bersenjata di Afghanistan. Dari jumlah tersebut, 3.438 tewas dan 7.015 luka-luka.

Laporan dari misi bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) menyatakan sebanyak 65 persen korban disebabkan oleh elemen-elemen anti-pemerintah, 42 persen oleh Taliban, dan 10 persen oleh ISIS.

Selain tokoh-tokoh dan kelompok masyarakat terkait, sebanyak 24 perwakilan negara sahabat juga akan hadir dalam proses damai itu sebagai pengamat.

Selain menghadiri Proses Damai Kabul, JK juga berencana bertemu dengan Presiden Ashraf Ghani, Ketua Dewan Tinggi Perdamaian Afghanistan, dan CEO Afghanistan Abdullah Abdullah.

[Gambas:Video CNN] (nat)