Politikus Korsel Minta Pemimpin Delegasi Korut Dieksekusi

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Jumat, 23/02/2018 18:07 WIB
Politikus Korsel Minta Pemimpin Delegasi Korut Dieksekusi Kim Sung-tae memprotes kehadiran Kim Yong-chol, pemimpin delegasi Korut dalam penutupan Olimpiade Musim Dingin. Dia meminta jenderal Korut itu dieksekusi. (AFP Photo/Jung Yeon-Je)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang anggota parlemen Korea Selatan, Kim Sung-tae, melontarkan protes keras terhadap kehadiran Kim Yong-chol, pemimpin delegasi Korea Utara dalam penutupan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang. Dia bahkan meminta jenderal Korut itu dieksekusi mati.

"Kim Yong-chol adalah iblis penjahat perang yang menyerang Korea Selatan. Dia pantas mati digantung di jalan," kata Kim Sung-tae dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP, Jumat (23/2).

Tak hanya Kim Sung-tae, 70 anggota parlemen lainnya juga menggelar aksi di depan kompleks kepresidenan Korsel untuk menolak kehadiran jenderal yang dituding bertanggung jawab atas sejumlah peristiwa berdarah itu.
Kim Yong-chol diyakini pernah memimpin badan mata-mata Korut dan memerintahkan agennya untuk melancarkan operasi serangan torpedo ke kapal Korsel hingga menewaskan 46 pelaut.


Korsel juga menuding Kim Yong-chol sebagai dalang di balik serangan di Pulau Yeonpyeong yang merenggut empat nyawa.

Dengan rekam jejak tersebut, Korsel pun memasukkan nama Kim Yong-chol dalam daftar target sanksi berupa pembekuan aset.
Sebelumnya, juru bicara Kementerian Unifikasi, Baik Tae-hyun, mengatakan bahwa Korsel akan tetap menerima Kim Yong-chol demi perdamaian di Semenanjung Korea.

"Di tengah situasi sulit ini, kami memutuskan untuk fokus pada perdamaian di Semenanjung Korea dan perbaikan relasi antar-Korea, bukan masa lalu mereka," ujar Baik, sebagaimana dilansir Reuters.

Membendung amarah publik, Baik pun menegaskan bahwa proses penyelidikan seluruh tudingan tersebut akan tetap dilanjutkan.

"Namun, upaya untuk membawa perdamaian di Semenanjung Korea juga penting agar provokasi seperti itu tidak terjadi lagi," kata Baik.

[Gambas:Video CNN]

Meski demikian, sejumlah pengamat menganggap Korut mengirimkan Kim Yong-chol untuk menguji batasan kekuatan sanksi yang dijatuhkan atas mereka.

Tak lama setelah keputusan ini diumumkan, Chosun Ilbo melalui editorialnya menulis, "Dengan mengirimkan Kim Yong-chol, Korut melecehkan Korsel dan korban Cheonan." (has/has)