Jepang Perkuat Hubungan dengan Indonesia Lewat Kuliner

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 23/02/2018 20:37 WIB
Jepang Perkuat Hubungan dengan Indonesia Lewat Kuliner Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, dan juru masak kedutaan Jepang, Hori Ikuo, saat memperkenalkan masakan khas Jepang di Jakarta, Jumat (23/2). ( CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memasuki usia 60 tahun hubungan bilateral, Duta Besar Jepang di Indonesia, Masafumi Ishii, berharap relasi Jakarta dan Tokyo bisa terus diperkuat. Tak hanya dalam urusan politik dan ekonomi, tapi juga pertukaran budaya seperti kuliner.

Karena itu Ishii berupaya memperkenalkan berbagai jenis kuliner Jepang yang belum banyak diketahui warga Indonesia. Salah satunya dengan menggelar acara mengenal kuliner Jepang di kediamannya di Jakarta, Jumat (23/2).

"Kami harap hubungan Indonesia dan Jepang terutama dalam bidang ekonomi dan budaya bisa terus diperkuat melalui acara kuliner seperti ini," tutur Ishii kepada awak media di kediamannya.


Tema pertemuan kali ini yaitu masakan berbahan dasar ikan yang memang menjadi ciri khas kuliner Jepang.

Selama ini, menurut Ishii, kuliner Jepang cukup berkembang di Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya restoran yang menyajikan hidangan khas Jepang.

Namun, selama ini masakan olahan ikan mentah masih menjadi primadona di restoran-restoran Jepang di Indonesia.

Padahal, kata Ishii, banyak juga hidangan ikan matang khas Jepang yang tak kalah lezat dan mungkin sesuai dengan lidah orang Indonesia. Salah satunya, Nasi Ikan Thai Thaimeshi.

Nasi Ikan Tai TaimeshiFoto: CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha
Nasi Ikan Thai Thaimeshi


Dimasak langsung oleh koki dari Kedubes Jepang,  Hori Ikuo, Nasi Ikan Thai berbahan dasar beras Jepang dan ikan thai atau dalam bahasa Inggris disebut Red Sea Bream, yang hanya bisa ditemukan di beberapa wilayah di perairan Negeri Matahari Terbit itu.

Nasi dan ikan thai yang sudah dipotong tanpa tulang dikukus di satu kuali berisi kaldu kepala ikan. Hingga rasa gurih ikan mendominasi rasa masakan.

Selain dikukus, salah satu ikan yang cukup mahal, yang konon harganya mencapai Rp 2 juta per kilonya ini juga lezat untuk diolah seperti sashimi.

Sebelum mengambil tema ikan, Desember lalu, Kedubes Jepang juga mengadakan acara serupa dengan tema masakan daging wagyu atau daging sapi khas Jepang.



Ishii berharap acara seperti ini bisa menjadi salah satu upaya penguatan hubungan kedua negara di masa depan melalui budaya.

"Kami harap dengan acara ini warga Indonesia semakin mengetahui budaya dan masih banyaknya masakan khas Jepang lainnya yang lezat," ucapnya.

Selain pengenalan kuliner, selama setahun ini, Ishii berencana menggelar berbagai budaya untuk memperingati 60 tahun hubungan bilateral Jepang-Indonesia.

Pertengahan Januari lalu juga telah diadakan acara pembukaan perayaan 60 tahun hubungan bilateral di Jakarta yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan utusan khusus Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sekaligus mantan menteri ekonomi, Toshihiro Nikai. (nat)