Dorong Pemrotes Jilbab Terjatuh, Netizen Kecam Polisi Iran

Natalia Santi, CNN Indonesia | Sabtu, 24/02/2018 00:15 WIB
Dorong Pemrotes Jilbab Terjatuh, Netizen Kecam Polisi Iran Kian banyak wanita Iran yang memprotes kewajiban berjilbab di muka umum. (AFP PHOTO/ATTA KENARE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah video yang memperlihatkan polisi Iran mendorong wanita yang memprotes kewajiban berjilbab di sebuah jalanan yang ramai menuai kecaman netizen di media sosial, Jumat (23/2).

Video berisi rekaman perempuan demonstran, tampak diambil di Jalan Enghelab (Revolusi). Di jalan itu, seorang perempuan demonstran yang memprotes kewajiban berjilbab pertama kali ditahan Desember lalu.

Saat itu, perempuan yang diidentifikasi sebagai Vida Mohaved itu berdiri di sebuah podium. Dia lalu mencopot jilbab, mengikatkannya ke sebuah tongkat dan mengibarkannya sebelum ditangkap aparat.


Sejak itu puluhan wanita Iran mempublikasikan foto-foto mereka tanpa jilbab di jalanan atau taman, seraya melambaikan kerudungnya sebagai tindakan menantang aturan.

Wanita dalam video terlihat berdiri di sebuah kotak di jalan. Tangannya terangkat ke udara. Rambut pirangnya yang panjang dikucir ekor kuda.


Dua polisi mendatangi dia dan memintanya untuk turun. Perempuan demonstran itu menjawab dengan kalem, "Katakan pada saya, apa pelanggaran saya, dan saya akan turun."

"Mengganggu ketertiban umum," kata salah seorang polisi seperti dilansir AFP, Jumat (23/2).

Kerumunan massa yang menyaksikan kejadian itu mulai bertepuk tangan.

Di bagian kedua video, yang tampaknya diambil dengan telepon selular memperlihatkan salah seorang polisi naik ke podium perempuan demonstran itu lalu mendorong dia hingga terjatuh. Hal itu menimbulkan kemarahan para penonton.

"Di mana hak asasi manusia?" terdengar suara seorang laki-laki dalam video.

Pengacara dan aktivis HAM, Nasrin Sotoudeh lewat akun Facebooknya mengatakan polisi itu telah melanggar hukum karena 'tidak seorang pun punya hak untuk memperlakukan seorang wanita sedemikian."



Para pengguna akun Twitter juga mengungkapkan kekecewaaan mereka. "Melanggar hukum, sementara penegak hukum mengenakan seragam adalah masalah kita di Iran," celoteh salah satu akun Twitter.

"Kepolisian yang sama membuat seorang gadis terjatuh di Jalan Enghelab adalah orang yang bertanggung jawab untuk m enjamin keamanan dan kehidupan pemilihan," cuit yang lain.

Sebuah akun Twitter mengidentifikasi perempuan yang terjauh itu sebagai Maryam Shariatmadari, 32 tahun. Dia disebut luka-luka karena didorong, dan dipukuli saat ditahan. Ibunya, Mitra Jamshidipoor juga melepas kerudkungnya, dan ditahan. Keduanya disebut-sebut dibawa ke Penjara Evin, Teheran, Iran.

Sejak Desember, sekitar 30 wanita ditangkap di Taheran karena menentang aturan mengenakan jilbab sesuai dengan hukum Islam di Iran.

[Gambas:Video CNN] (nat)