Pemerintah Nigeria Konfirmasi 110 Siswi Diculik Boko Haram

Deddy Sinaga, CNN Indonesia | Senin, 26/02/2018 04:42 WIB
Pemerintah Nigeria Konfirmasi 110 Siswi Diculik Boko Haram Korban penculikan Boko Haram pada 2014, yang berhasil diselamatkan. (Foto: AFP/ STEFAN HEUNIS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 110 anak perempuan yang diculik dalam serangan yang diduga dilakukan kelompok pemberontak Boko Haram ke sebuah sekolah di timur laut Nigeria, masih belum ditemukan. Ini adalah penculikan terbesar setelah penculikan Chibok pada 2014.

Kelompok militan Islam itu menarik perhatian internasional setelah menculik lebih dari 270 siswi dari kota Chibok. Boko Haram yang berarti "Pendidikan Barat Dilarang" itu telah membunuh lebih dari 20.000 orang dan memaksa 2 juta orang mengungsi setelah kekerasan berdarah yang dimulai pada 2009.

Penculikan di kota Dapchi, yang terjadi pada Senin pekan lalu, disebut bencana nasional oleh Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari.

Seperti dilansir Reuters, kelompok Boko Haram menyerang sekolah para siswi itu, sehingga menyebabkan siswa kocar-kacir. Beberapa penyerang berkamuflase. "Pemerintah federal telah mengkonfirmasi bahwa 110 siswi dari Government Science and Technical College, masih belum diketahui keberadaannya, setelah pemberontak yang diyakini dari Boko Haram menyerbu sekolah mereka pada Senin," begitu keterangan Kementerian Informasi.


Menteri Informasi Lai Mohammed adalah bagian dari delegasi menteri yang bertemu dengan orang tua dan guru di Dapchi dan mengumumkan jumlah siswa yang masih belum ditemukan.

Sebetulnya berapa persisnya jumlah siswa yang diculik, masih membingungkan, range-nya dari 50-100 orang. Kepolisian setempat, pemerintah Yobe, dan pihak lain, memiliki jumlah berbeda-beda. Sedang salah seorang orang tua yang mewakili para orang tua korban, pada Jumat lalu, kepada Reuters, mengatakan yang hilang berjumlah 105 orang.

Apalagi kemudian pemerintah Yobe mengatakan puluhan siswi telah diselamatkan, padahal keesokan harinya pemerintah kembali menyatakan bahwa kebanyakan siswa belum ditemukan. Publik pun marah.

Angkatan Udara Nigeria, menyatakan Kepala Staf AU telah memerintahkan pengerahan aset udara tambahan dan personel AU ke Yobe dengan misi menemukan para siswi.
(ded/ded)