Dubes Zahrain Harap RI Bebaskan Lima Nelayan Malaysia

, CNN Indonesia | Kamis, 01/03/2018 23:27 WIB
Dubes Zahrain Harap RI Bebaskan Lima Nelayan Malaysia Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Zahrain Muhamed Hashim mengharapkan pemerintah Indonesia membebaskan lima nelayannya yang masih ditahan. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Zahrain Muhamed Hashim mengharapkan pemerintah Indonesia membebaskan lima nelayannya yang masih ditahan. Harapan itu disampaikan Zahrain setelah mendengar kabar bahwa pemerintahnya telah membebaskan 71 nelayan Indonesia, Sabtu (24/2).

"Sebab isu nelayan ini telah dipersetujui oleh kedua pemimpin tertinggi kita, jadi kami pikir tidak akan ada masalah. Terlebih lagi, kami telah membebaskan seluruh nelayan Indonesia bulan lalu dengan itikad baik, tapi nelayan kami masih harus menunggu," kata Dubes Zahrain dalam pesan via WhatsApp kepada CNNIndonesia.com, Kamis (1/3).

Pada pertemuan tahunan RI-Malaysia ke-12 di Kuching, Malaysia, 22 November 2017, Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Najib Tun Razak sepakat untuk mempercepat pembebasan nelayan yang ditangkap kedua negara karena pelanggaran wilayah.



Dubes Zahrain menyatakan pihaknya berharap kelima nelayan Malaysia bisa dibebaskan sebelum Tahun Baru Imlek pada 16 Februari lalu. "Kita tahu itu tidak terjadi. Jadi kami masih menunggu dan berharap pihak Indonesia bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya," kata Zahrain.

Dilansir laman resmi Kementerian Luar Negeri RI, ke-71 nelayan Indonesia tela diserahterimakan di Bandar Udara Kualanamu, Medan antara Kementerian Luar Negeri kepada kantor BP3TKI Medan dan dibantu pemulangannya ke daerah masing-masing.

Dari 71 orang tersebut, 23 orang merupakan warga Medan dan belawan, 15 dari Tanjung Balai, 10 orang dari Kabupaten Asahan, empat orang dari Kabupaten Batubara. Dari Kabupaten Serdang Bedagai satu orang dan 18 orang dari Deli Serdang.

Lima nelayan Malaysia yang masih ditahan pihak Indonesia, semula ada enam orang. Satu nelayan, Low Siang Huat 59 tahun, asal Pulau Ketam, yang ditahan sejak 16 Februari 2017 telah dibebaskan pada 16 Februari lalu.

[Gambas:Video CNN] (nat/nat)