Buat Karikatur Badut Najib Razak, Seniman Malaysia Dibui

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Selasa, 20/02/2018 21:34 WIB
Buat Karikatur Badut Najib Razak, Seniman Malaysia Dibui Ilustrasi. (Thinkstock/nito100)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang seniman Malaysia bernama Fahmi Reza terpaksa mendekam dipenjara selama satu bulan terhitung mulai Selasa (20/2) karena mempublikasikan karikatur badut Perdana Menteri Najib Razak pada 2016 lalu.

Pengacara Fahmi, Syahredzan Johan, mengatakan bahwa pengadilan Kota Ipoh menjatuhkan hukuman penjara dan denda 30 ribu ringgit atau setara Rp105 juta.

Menurut Syahredzan, hakim memvonis Fahmi bersalah karena melanggar konstitusi yang melarang penyebaran konten menghina atau menyinggung di media sosial.



"Tentu kami akan ajukan banding dan merasa kecewa atas keputusan tersebut," kata Syahredzan kepada AFP.
Fahmi ditangkap pada Juni 2016 lalu, tak lama setelah gambarnya viral di media sosial. Gambar tersebut memperlihatkan wajah Najib tampak seperti badut dengan riasan putih, alis yang menyiratkan mimik antagonis, dan bibir merah darah. 

Gambar itu kini menjadi simbol gerakan melawan Najib, yang selama ini dirundung skandal dugaan korupsi.

Fahmi hanya satu dari beberapa orang di Malaysia yang dipenjara karena dituding menghina dan mengkritik pemimpin.

Kartunis politik kenamaan, Zulkiflee Anwar Ulhaque atau Zunar, juga ditangkap pada 2016 lalu atas dugaan penghasutan karena sering mengkritik Najib dan sang istri melalui karyanya.
Selain itu, Rafizi Ramli, wakil presiden partai oposisi utama, Partai Keadilan Rakyat, masih menunggu banding kasusnya karena tuduhan serupa. 

Sementara itu, presiden Partai Keadilan Rakyat, Anwar Ibrahim, masih menjadi tahanan rezim Najib atas kasus sodomi kontroversial yang disebut-sebut sarat politik.

Najib, yang kembali mencalonkan diri dalam pemilu Agustus nanti, terus dikritik selama memerintah akibat dugaan keterlibatan dalam kasus mega korupsi lembaga investasi 1 Malaysia Development Berhad (1MBD).

Penyidik melacak ada uang senilai US$700 juta dari 1MBD mengalir ke rekening pribadi Najib. Namun, Najib terus menampik tudingan tersebut.

Kasus ini juga diselidiki oleh enam negara lain. Kementerian Kehakiman Amerika Serikat memperkirakan dana 1MDB senilai US$4,5 miliar telah disalahgunakan. (has)