Nama Trump Masuk Daftar Nominasi, Komite Nobel Lapor Polisi

LIT, CNN Indonesia | Kamis, 01/03/2018 18:14 WIB
Nama Trump Masuk Daftar Nominasi, Komite Nobel Lapor Polisi Lembaga Nobel Norwegia melapor ke polisi setelah menerima pengajuan nominasi Presiden Amerika Serikat sebagai penerima Nobel Perdamaian, Rabu (28/2). REUTERS/Jim Lo Scalzo
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Nobel Norwegia melapor ke polisi setelah menerima pengajuan nominasi Presiden Amerika Serikat sebagai penerima Nobel Perdamaian, Rabu (28/2).

"Kami memiliki alasan jelas untuk percaya nominasi Trump yang kami terima telah dipalsukan," kata Direktur Lembaga Nobel Olav Njolstad seperti dilaporkan AFP.

Dia mengatakan bahwa polisi sedang menyelidiki masalah ini dan menolak untuk memberi keterangan lebih lanjut.


Tiap tahunnya, nominasi untuk penerima Nobel Perdamaian musti diajukan paling lambat 31 Januari. Mereka yang dapat mengajukan antara lain anggota parlemen dan pemerintah, para penerima Nobel Perdamaian dan akademisi.

Daftar nama-nama kandidat dirahasiakan setidaknya selama 50 tahun. Meski begitu, yang mencalonkan diperbolehkan untuk mengumumkan pilihan mereka.


Pada awal Februari lalu, Institut Riset Perdamaian Oslo (Prio) menyatakan ada nama Trump dalam daftar nominasi Penerima Nobel Perdamaian.

Sama seperti tahun lalu, Trump dinominasikan karena "ideologi perdamaian melalui kekuatan"-nya. Menurut Prio, nominasi ini dibuat oleh seorang penduduk Amerika yang tidak ingin identitasnya terungkap.

Dicurigai nama Trump diajukan oleh oknum yang mencuri identitas agar tampak layak untuk mengajukan kandidat penerima Nobel Perdamaian.

Lembaga Nobel mengatakan mereka menerima 329 nominasi sah untuk Hadiah Perdamaian di 2018. Ada lima anggota komite Nobel yang akan memilih pemenang. Lima orang ini juga memiliki hak untuk mengajukan nama dalam pertemuan pertama mereka. Pertemuan pertama tahun ini terjadi Senin (25/2).

Ahli bedah asal Kongo Denis Mukwege dan aktivis Yazidi Nadia Murad menduduki peringkat teratas daftar singkat milik Prio. Keduanya berkampanyemelawan kekerasan seksual.


"Meski pengalaman dan pekerjaan mereka sangat berbeda, tidak diragukan lagi besarnya potensi global mereka dalam perang melawan kekerasan seksual di konflik," tulis Direktur Henrik Urdal di website Prio.

Umbrella Movement adalah salah satu nama yang diketahui masuk nominasi. Umbrella MOvement adalah penyeru reformasi demokrasi di Hong Kong tahun 2014. Nama mereka diajukan oleh kelompok bipartisan anggota kongres AS.

Nama lain yang diketahui publik diantaranya mantan presiden Perancis Jacques Chirac, UNHCR, Paus Francis, Pengadilan HAM Eropa, mantan kontraktor intelijen Edward Snowden, sukarelawan "Helm Putih" Suriah, surat kabar Rusia Novaya Gazeta, Komite PBB Melawan Penyiksaan, pejuang peshmarga Kurdi, dan gerakan BDS (Boikot, Divestasi, Sanksi) pro-Palestina.

Hadiah Perdamaian tahun lalu jatuh kepada kelompok pemberantas nuklir ICAN, menghargai program satu dekadenya demi menyingkirkan bom atom dari dunia.

Mereka adalah aktor kunci dari lahirnya perjanjian larangan senjata nuklir. Perjanjian bersejarah ini ditandatangani oleh 122 negara pada Juli 2017. Namun, kesepakatan itu sebagian besar bersifat simbolis karena tidak melibatkan satu pun dari sembilan negara nuklir dunia yang diketahui.

Nama pemenang Nobel tahun 2018 akan diumumkan pada awal Oktober.

(nat)