FOTO: Amerika Serikat Disapu Badai Angin dan Salju

Reuters & AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 03/03/2018 15:56 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah kota di Amerika Serikat harus mengahadapi sapuan angin berkecepatan lebih dari 100 kilometer per jam, salju, dan gelombang laut tinggi.

Area pantai di New England, Amerika Serikat, menghadapi gelombang tinggi seperti terlihat di Scituate, Massachusetts. Gelombang ini baru mereda ketika malam datang. Badai yang dikenal sebagai bom siklon itu menyapu daerah timur AS. (AFP PHOTO / RYAN MCBRIDE)
Lebih dari 1,7 juta rumah tangga juga tanpa aliran listrik saat badai mulai menghampiri mulai dari Virginia hingga ke Maine. Kantor-kantor pemerintah di Washington juga ditutup ketika angin berkekuatan lebih dari 96 km/jam datang. (REUTERS/Suzanne Barlyn)
Salju dan hujan juga diprediksi akan terus datang hingga Sabtu meski langit kian cerah dan kecepatan angin berkurang drastis jelang tengah malam. (REUTERS/Andrew Kelly)
Salju dan angin berkecepatan tinggi sudah menyebabkan aliran listrik terputus di beberapa daerah di New York, sehingga Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengeluarkan peringatan agar tidak melakukan perjalanan. (REUTERS/Brendan McDermid)
Gubernur New York, Andrew Cuomo, menyatakan bahwa
Badai ini diprediksi mereda pada Sabtu. Hanya saja, Badan Cuaca Nasional AS menyebut kota Boston bisa saja menghadapi gelombang susulan. (REUTERS/Brendan McDermid)
Pohon tumbang karena angin menjadi ancaman besar semasa badai datang. Total lima orang tewas di berbagai kota karena tertimpa pohon. (REUTERS/Yuri Gripas)
Badai dengan angin berkecepatan tinggi juga menyebabkan 3000 lebih penerbangan tertunda, demikian pula dengan moda transportasi lain seperti kereta. (AFP PHOTO / NICHOLAS KAMM)
Pohon besar 'bersandar' di pojok sebuah rumah setelah tumbang karena adanya angin berkecepatan tinggi di Bronx, New York. (AFP PHOTO / Don EMMERT)
Bendera Amerika Serikat tertiup angin kencang di depan monumen Washington di AS. Badai juga menyebabkan kantor-kantor pemerintahan tutup, demikian pula dengan sekolah dan toko-toko. (AFP PHOTO / NICHOLAS KAMM)