Pernyataan itu dilontarkan di tengah isu serupa yang tengah berkembang di Amerika, di mana badan-badan intelijen menuding Rusia mengintervensi pemilu AS untuk menguntungkan Presiden Donald Trump.
Sejumlah media melaporkan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan Moskow mempunyai bukti keterlibatan AS dalam pemilu negaranya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ryabkov juga dilaporkan menuding Amerika Serikat berusaha menabur kekacauan di Rusia. Dia mengatakan sanksi AS yang dijatuhkan pada Rusia bertujuan untuk mengganggu stabilitas.
Rusia disebut mengusik sistem pendaftaran pemilih atau situs web di tujuh negara bagian sebelum pemilihan terjadi.
Intelijen AS menyimpulkan pada 2016 Rusia melakukan peretasan dan disinformasi yang menguntungkan Donald Trump dan merugikan Hillary Clinton.
(lit/aal)