Hendak Pidato, Eks PM Pakistan Nawaz Sharif Dilempar Sepatu

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 13/03/2018 03:55 WIB
Hendak Pidato, Eks PM Pakistan Nawaz Sharif Dilempar Sepatu Eks PM Pakistan Nawaz Sharif dilempar sepatu saat hendak berpidato. (REUTERS/Mohsin Raza)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perdana Menteri Pakistan yang digulingkan, Nawaz Sharif, dilempar sepatu sebelum menaiki panggung untuk berpidato di Jamia Naeemia, Pakistan, pada Minggu (11/3).

Saat kejadian, dia menjadi tamu utama di seminari Jamia Naeemia, Ghari Shahu Lahore. Seorang pelajar melempar sepatu hingga mengenai bahu dan telinga Sharif saat dia hendak menaiki podium.

Pelajar itu sempat bergerak ke depan Sharif dan berteriak "Labbaik Ya Rasulullah" sebelum akhirnya ditangkap petugas keamanan. Diberitakan NDTV dan media lokal lain, pelajar bernama Abdul Ghafoor tersebut beserta diserahkan ke polisi bersama rekannya, Sajid.


Setelah itu, situasi menegang. Sharif tetap memberikan pidato meski singkat dan tidak membahas insiden itu.

Ini adalah insiden ketiga yang menimpa pemimpin partai PML-N dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, salah satu pemimpin partai tersebut, Ahsan Iqbal, juga dilempari sepatu. Pada Sabtu (10/3), wajah Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Asif dihitamkan dengan tinta.

Partai agamis, terutama Tehreek-e-Labbaik Pakistan, menyebut Sharif dan partainya PML-N berusaha mengubah sebuah klausa yang berkaitan dengan finalnya Nabi Muhammad dalam Konstitusi.

Faiz Rasool, pelempar tinta kepada Khawaja Asif, mengatakan pada polisi bahwa dia melakukan hal tersebut untuk melampiaskan kemarahannya terhadap PML-N yang berusaha mengganti klausa Konstitusi.
"Ini melukai sentimen jutaan warga Pakistan termasuk saya sendiri," katanya.

Menteri Hukum Pakistan Zahid Hamid terpaksa mengundurkan diri pada November lalu, saat ratusan pendukung Tehreek-e-Labbaik Pakistan berkemah di persimpangan lalu lintas Faizabad Islamabad. Mereka menuntut semua yang mencoba merubah klausa tersebut untuk diadili.

Pemimpin PML-N dan Menteri Perkeretaapian Khwaja Saad Rafique mengatakan orang-orang dibalik kejadian serupa merupakan mereka yang takut atas kepopuleran PML-N.

(lit/arh)