FOTO: Menumpang Bus Tinggalkan Krisis Venezuela

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 13/03/2018 16:09 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Venezuela memilih menggunakan bus untuk pergi ke negara-negara tetangga, menghindari krisis ekonomi akibat hiperinflasi yang mengkhawatirkan.

Tak lama usai fajar, puluhan warga Venezuela berkumpul di sebuah stasiun bus yang gelap di Caracas, membawa koper, selimut, roti murah dan air untuk persediaan. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Mereka ingin meninggalkan Venezuela yang tengah dilanda krisis ekonomi akibat hiperinflasi dan pindah ke negara-negara tetangga. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Koper-koper ini milik warga yang pergi menggunakan bus di San Antonio del Tachira, perbatasan Venezuela. Dari sini, mereka mesti berjalan kaki ke sisi Kolombia. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Di titik pemeriksaan perbatasan itu, mereka mengantri untuk mendapatkan cap di paspornya. Setelah di perjalanan selama lebih dari 12 jam, mereka mesti kembali menunggu tiga jam karena komputer petugas sempat bermasalah. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Saat fajar, warga yang kelaparan di Caracas sudah memunguti sampah sementara anak-anak meminta makanan di depan toko roti. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Sementara di saat matahari terbenam,  banyak warga Venezuela yang memilih mengurung diri di rumah untuk menghindari perampokan dan penculikan. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Karena itulah, meski tak rela, mereka terpaksa pergi ke negara tetangga menggunakan bus untuk menghindari situasi yang memprihatinkan itu. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Perjalanan yang mereka tempuh cukup panjang dan melelahkan, baik untuk si pengemudi maupun penumpang. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Foto ini menunjukkan suasana jalan di tepi bukit di Atico, Peru, yang diselimuti kabut. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Jalan itu ditempuh oleh Carlos Rivero (kiri) dan Adrian Naveda (tengah) yang merasa sudah menunggu terlalu lama untuk mencapai tujuannya. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Bagaimanapun perjalanan itu mesti ditempuh demi mendapatkan jaminan keamanan dan ekonomi yang lebih baik. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Jalan itu memang panjang dan melelahkan, tapi patut untuk ditempuh demi secercah harapan. (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)