Dipecat Trump, Menlu Tillerson Singgung Pelecehan Seksual

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Rabu, 14/03/2018 17:11 WIB
Dipecat Trump, Menlu Tillerson Singgung Pelecehan Seksual Rex Tillerson tidak berterima kasih kepada Presiden Trump, orang yang sempat mempercayainya sebagai menlu AS. (REUTERS/Naseem Zeitoon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rex Tillerson tidak menyatakan terima kasih kepada Presiden Donald Trump yang sempat mempercayainya mengemban jabatan menteri luar negeri Amerika Serikat. Setelah dipecat Trump, Tillerson justru menyinggung masalah pelecehan seksual.

Tillerson menceritakan pemecatannya saat menyampaikan pidato perpisahan pada Selasa (13/3). Dia mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak, termasuk para staf Kemlu, para diplomat AS dan warga Amerika.

"Saya menutup masa saya di sini dengan mengucapkan terima kasih atas hak istimewa untuk melayani negara bersama Anda semua selama 14 bulan terakhir. Yang terpenting, terima kasih juga untuk 300 juta warga Amerika yang terus setia menjadi masyarakat bebas, terbuka, dan jujur," kata Tillerson.


"Saya akan menemui anggota tim kantor depan dan perencanaan kebijakan saya hari ini untuk berterima kasih atas jasa mereka.
"Mereka secara luar biasa telah berdedikasi dalam misi pemerintah termasuk mempromosikan nilai yang saya anggap penting: keamanan personel Kemlu, akuntabilitas-yang berarti memperlakukan satu sama lain dengan jujur dan rasa hormat-terutama dalam menangani tantangan pelecehan seksual dalam kementerian."

Isu pelecehan seksual diangkat Tillerson seiring terungkapnya sejumlah kasus yang disebut telah lama terjadi di lingkaran pemerintahan.
Nama Trump tak disebut dalam pidato perpisahan Menlu Rex Tillerson. Nama Trump tak disebut dalam pidato perpisahan Menlu Rex Tillerson. (REUTERS/Win McNamee/Pool)
Trump beberapa kali dirundung isu pelecehan seksual, dan pada awal Maret lalu, pensiunan diplomat AS, Leslie Basset, menyebut pelecehan seksual secara "terus-menerus" terjadi di Kementerian Luar Negeri.

Sekalinya nama Trump disebut adalah ketika Tillerson mengaku mendengar kabar pemecatannya langsung dari Sang Presiden via telepon pada Selasa siang, beberapa jam setelah Trump lebih dulu membocorkan kabar itu lewat Twitter.
"Presiden Trump menelepon saya sebentar pada Selasa siang dari Air Force One mengenai pemecatan saya," kata Tillerson.

Dalam kesempatan yang sama, Tillerson juga menyinggung persoalan Rusia. Dia mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan AS untuk menanggapi perilaku dan tindakan pemerintah Rusia yang sangat mengganggu.

Pernyataan itu menyiratkan bahwa selama ini Trump tidak bisa secara tegas menindak Rusia yang disebut-sebut telah mencampuri pemilihan umum AS 2016 lalu.

Meski sudah dipecat, Tillerson mengatakan masih akan bertugas hingga 31 Maret mendatang. Saat ini, Tillerson mengatakan tengah fokus mengurus sejumlah hal administrasif dan proses pendelegasian seluruh tugas serta tanggung jawabnya kepada wakilnya, John Sullivan.

(aal)