Hawking terperangah saat mendengar Donald Trump menganggap pemanasan global adalah hoaks belaka. Ketika Trump mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan umum 2016, Hawking pun tak tinggal diam.
Satu bulan sebelum pemilihan umum digelar, tepatnya September 2016, Hawking bersama 375 ilmuwan dunia melayangkan surat terbuka berisi kritik terhadap Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hawking, Trump menunjuk Pruitt hanya untuk menyenangkan para pendukungnya yang tentu bukan berasal dari kubu liberal atau cerdas. Semua ini dilakukan atas nama politik.
Lihat juga:Duka Dunia untuk Kepergian Stephen Hawking |
Tak hanya itu, Hawking bahkan mengkritik keputusan Trump untuk melarang imigran dari enam negara mayoritas Muslim dengan dalih mencegah teroris masuk, tapi tak menyasar sejumlah sekutu AS yang jelas-jelas membiayai kelompok militan.
Lebih jauh, Hawking tak setuju dengan pelarangan ini karena enam negara mayoritas Muslim tersebut sebenarnya merupakan pencetak ilmuwan-ilmuwan hebat.
"Pelarangan ini tidak efisien dan menyulitkan Amerika untuk merekrut orang-orang berbakat dari negara-negara tersebut," tutur Hawking kepada Wired.
"Perubahan iklim adalah salah satu bahaya yang kita hadapi dan dapat kita cegah. Semuanya memberi dampak negatif bagi Amerika, dan berupaya mencegah itu dapat membuatnya memenangkan periode kedua [kepemimpinan]. Semoga Tuhan mencegahnya," ucap Hawking dalam wawancara eksklusif dengan ITV. (has)