Mosssack Fonseca 'Panama Papers' Tutup Akhir Maret

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Kamis, 15/03/2018 18:58 WIB
Firma hukum Mossack Fonseca, perusahaan yang menjadi pusat skandal Panama Papers, mengumumkan akan menutup perusahaannya akhir Maret ini. Firma hukum Mossack Fonseca, perusahaan yang menjadi pusat skandal Panama Papers, mengumumkan akan menutup perusahaannya akhir Maret ini. (REUTERS/Carlos Jasso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Firma hukum Mossack Fonseca perusahaan yang menjadi pusat skandal Panama Papers, mengumumkan akan menutup perusahaannya akhir Maret ini.

Perusahaan menyalahkan pemberitaan buruk dari media serta penyelidikan sejumlah otoritas yang menyebabkan kemunduran firma berbasis di Panama, Amerika Tengah itu.

"Kemunduran reputasi, kampanye media, konsekuensi finansial, dan tindakan tidak beralasan dari otoritas Panama telah menyebabkan kerusakaan yang tidak dapat diperbaiki lagi sehingga mengakibatkan penghentian operasi publik, akhir bulan ini," bunyi pernyataan tertulis Mossack Fonseca, seperti dikutip AFP, Kamis (15/3).


Agustus lalu, pendiri Mossack Fonseca, Jurgen Mossack, mengatakan perusahaannya telah menutup sebagian besar kantor di luar negeri karena kredibilitas firmanya runtuh sehingga menyebabkan bisnis merosot.

Mossack Fonseca menjadi sorotan setelah 11,5 juta dokumennya bocor sekitar April 2016 lalu. Jutaan dokumen itu mengungkap daftar ratusan ribu entitas termasuk tokoh-tokoh besar dunia mulai dari politikus hingga atlet yang menyimpan harta mereka di firma tersebut demi menghindari pajak di negara asal.


Sejumlah nama besar seperti Perdana Menteri Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson, mantan PM Pakistan Nawaz Sharif, mantan PM Inggris David Cameron, hingga pesepak bola Lionel Messi, masuk dalam Panama Papers.

Dalam dokumen rahasia "Panama Papers" yang dirilis International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) disebutkan pula bahwa Mossack Fonseca juga tak segan membantu para kliennya melakukan penipuan berkedok investasi atau yang sering dikenal dengan skema Ponzi.

Sejak itu, perusahan yang berdiri 41 tahun lalu itu menjadi target penyelidikan otoritas Panama. Setidaknya ada 150 investigasi yang dibuka di 79 negara guna menyelidiki dugaa penghindaran pajak dan pencucian uang dalam skandal tersebut.

Meski memutuskan untuk gulung tikar, Mossack Fonseca menegaskan akan tetap membentuk kelompok kecil untuk memenuhi permintaan penyelidikan yang sampai saat ini masih berlangsung. (nat)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK