Dua Anggota TNI-AD Diduga Curi Sepeda Motor di Malaysia

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Jumat, 23/03/2018 20:15 WIB
Dua Anggota TNI-AD Diduga Curi Sepeda Motor di Malaysia Ilustrasi polisi Malaysia. (AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) ditangkap karena diduga mencuri sepada motor di Malaysia.

Media Malaysia memberitakan dua anggota TNI-AD, salah seorang bersenjata lengkap dtahan karena mengendarai sepeda motor curian di perbatasan Kuching, Sarawak, Malaysia, Jumat (23/3).

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sabrar Fadhilah membenarkan adanya peristiwa tersebut.


"Bahwa ada peristiwa seperti ini benar," kata Sabrar lewat pesan kepada CNNIndonesia.com, Jumat (23/3).

Namun, Sabrar menyebut belum mengetahui secara detil kronologis peristiwa pencurian dan penangkapan tersebut.

Saat ini, kata Sabrar sudah ada perwira penghubung yang menuju ke lokasi untuk mengetahui secara langsung peristiwa tersebut.


"Perwira liaison (penghubung) di sana yg sedang menuju ke TKP dan berkoordinasi dengan pihak berwenang disana untuk mengetahui peristiwa yang sesungguhnya," tutur Sabrar.

Sabrar juga memastikan pihaknya berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal RI di Kuching, Sarawak, Malaysia. "Sudah pasti (berkoordinasi)," katanya.

Kabar yang dilansir media Malaysia menyatakan kedua anggota TNI-AD tersebut ditangkap sekitar pukul 3 dini hari oleh tiga anggota Departemen Investigasi Kejahatan (JSJ) yang berpatroli untuk mendeteksi penyelundupan di perbtasan.

Kepala JSJ Sarawak, Datuk Dev Kumar mengatakan saat memasuki kawasan perladangan di perbatasan, polisi melihat sebuah sepeda motor datang dari arah Lundu menuju perbatasan.

"Polisi memblokir sepeda motor itu dan menahan dua lelaki Indonesia yang memakai celana TNI-AD," kata Kumar seperti dilansir Berita Harian.


"Seorang tersangka membawa senapan SS 1 bersama satu kelopak dan 15 buktir peluru. Dokumen identitas menunjukkan kedua tersangka anggota TNI," kata dia menambahkan.

Penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa sepeda motor yang digunakan kedua anggota TNI itu dilaporkan hilang di Sekarna, Kuching tahun lalu.

Menurut Kumar, saat sedang memeriksa kedua anggota TNI, tiba-tiba sebuah kendaraan Mitsubishi Pajero datang dari arah Lundu menuju perbatasan INdonesia.

"Kendaraan itu berhenti setelah melihat polisi. Dua laki-laki keluar dari mobil dan melarikan diri ke perkebunan kelapa sawit," kata Kumar.

Satu orang yang bersembunyi di semak-semak tertangkap. Satu lagi melarikan diri. Mobil tersebut dilaporkan hilang di Sungai Maong, Kuching Kamis (22/3) malam.

"Sebuah sepeda motor yang dilaporkan hilang di Kota Samarahan tahun ini ditemukan dalam kendaraan Mitsubishi Pajero itu," kata Kumar.

Ketiga tersangka ditahan di Markas Polisi Lundu untuk penyelidikan lebih lanjut sesuai KUHP, UU Senjata Api 1960 dan Undang-undang Imigrasi Malaysia.

(nat)