Pembobol Data Facebook Pernah Bantu Koalisi Penguasa Malaysia

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Kamis, 22/03/2018 15:29 WIB
Pembobol Data Facebook Pernah Bantu Koalisi Penguasa Malaysia Ilustrasi. (Reuters/Henry Nicholls)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cambridge Analytica (CA), perusahaan pembobol data Facebook untuk memanipulasi pemilihan umum Amerika Serikat, pernah membantu kampanye koalisi politik yang berkuasa Malaysia, Barisan Nasional.

"CA mendukung Barisan Nasional (BN) di Negara Bagian Kedah dengan kampanye pesan bertarget yang menekankan pengembangan sekolah mereka sejak 2008," demikian bunyi siaran pers yang diunggah dalam situs resmi CA.

Dalam pemilihan umum tersebut, tokoh yang diusung oleh BN untuk menjadi Menteri Besar Kedah, Mukhriz Mahathir, pun berhasil memenangkan laga.
Melalui pernyataan pers itu, CA juga membanggakan kemenangan BN atas Pakatan Rakyat dalam pemilihan umum ke-13 berkat kampanye yang sukses.


"Dengan kemenangan 21 dari 36 kursi perwakilan negara bagian dan 10 dari 15 kursi parlemen di negara bagian, BN merayakan kemenangan besar," tulis CA.

Media lokal mulai menggali kembali situs CA setelah perusahaan penghimpun analisis informasi untuk strategi politik itu dilaporkan menggunakan ribuan data pengguna Facebook secara ilegal demi kepentingan kampanye Donald Trump.
Menanggapi pemberitaan media tersebut, kantor Perdana Menteri Malaysia merilis pernyataan bahwa pihak mereka tak pernah memakai jasa CA.

"Baik Cambridge Analytica atau pun perusahaan induk mereka, SCL Group, tidak pernah, baik sekarang mau pun di masa lalu, dikontrak, dipekerjakan, atau dibayar dengan cara apa pun oleh Barisan Nasional, Kantor Perdana Menteri, atau bagian Pemerintahan Malaysia lainnya," bunyi pernyataan tersebut.

Melanjutkan pernyataan itu, kantor PM Malaysia menulis, "Perwakilan SCL juga mengonfirmasi bahwa mereka melapor langsung ke Mukhriz Mahathir, bukan BN atau Pemerintah." (has)